Aplikasi Pembelajaran Steam Di Mapel Ipa Smp

TIMESINDONESIA, PASURUAN

Abstrak:
Proses Belajar Mengajar IPA berbasis penataran  STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) telah dilaksanakan plong ketika open class observasi di SMP N 2 Gempol Pasuruan dengan materi Sistem Transportasi pada Manusia. Sebelum open class, sudah dilaksanakan kegiatan plan cak bagi merancang kegiatan pembelajaran.

Sehabis open class nan dihadiri para observer secara daring bersumber mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta  dan guru  IPA di SMP N 2 Gempol Kabupaten Pasuruan, dilakukan refleksi. Hasil refleksi setelah pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) boleh meningkatkan Analytical Thingking Skill (ATS).

Hasil Penilaian Pembelajaran Analytical Thinking Skill pada petatar sangat beraneka rupa mulai dari yang mendapatkan angka 1 ada 10 %, biji 2 ada 25%, skor 3 terserah 25 %, ponten 4 suka-suka 22%, dan skor 5 terserah 14 % malah terserah yang tidak mendapatkan nilai sebanyak 02%, melampaui tes evaluasi. Secara klasikal menunjukkan bahwa inovasi penelaahan IPA berbasis STEM habis efektif digunakan secara daring lega saat pandemi Covid-19, dilihat dari pecut siswa bakal mengikuti pembelajaran selingkung 98 %.

Pembukaan kunci:
STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), Tes Evaluasi, plan, open class, refleksi. observasi, daring, Covid-19

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran yaitu keseleo suatu molekul terdahulu untuk mencapai keberhasilan intern pendidikan. Dalam proses pembelajaran terjadi proses transformasi ilmu pengetahuan serta nilai-biji. Pembelajaran berlangsung sebagai suatu proses ubah mempengaruhi antara hawa dan petatar didik dalam proses pembelajaran. Penerimaan dikatakan berakibat dan berkualitas apabila sebagian besar murid jaga terlibat secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Proses pengajian pengkajian yang efektif dapat terwujud apabila sendiri guru melakukan tugasnya dengan baik. Riuk satu tugas master yang baik adalah dapat menentukan metode dan media yang tepat privat pendedahan, sehingga siswa bimbing boleh memahami materi yang dipelajari.

Seorang master dalam proses pembelajaran bukan saja dituntut untuk memiliki kemampuan privat pengalaman teoritis tetapi pula harus n kepunyaan kemampuan praktik. Kedua hal ini lampau bermakna karena seorang guru dalam pengajian pengkajian bukanlah sekadar menyampaikan materi semata tetapi juga berupaya agar netra pelajaran yang menengah disampaikan menjadi menyenangkan, mudah dipahami, dan dapat membuat peserta didik bertambah aktif internal proses pembelajaran. Salah satu pelajaran nan dapat membuat peserta asuh makin aktif adalah pelajaran Ilmu Kabar Alam (IPA), sampai-sampai saat pandemi Covid-19 ini Guru dan pesuluh dituntut kerjakan bisa membiasakan secara daring dengan berbagai gambar, misalnya dengan TEAMS / Microsoft 365, WAG (Whatshapp Group) dan lain-lain.

Pengintegrasian sains dengan rataan lainnya dalam pembelajaran sudah dilakukan maka dari itu bilang negara maju adalah dengan mengembangkan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). White (2014) menyatakan bahwa pendidikan STEM dapat mendukung keterampilan berpikir kritis yang akan membuat peserta pelihara memecahkan masalah secara kreatif sehingga berguna untuk manjapada kerja mereka. Hal senada dikemukakan Setiawati (2016) bahwa pendidikan STEM dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk meluaskan kecekatan abad 21 nan semakin berfaedah, seperti mana pemisahan kelainan yang kompleks, komunikasi, dan kerja sama. Pengajian pengkajian STEM secara tidak bersama-sama akan menuntut murid didik untuk nanang peka dalam memecahkan problem dan dapat menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebobrokan yang mereka hadapi.

Dalam penelaahan berbasis STEM mampu meningkatkan Analytical Thingking Skill (ATS) siswa (Chonkaew, dkk., 2022). ATS merupakan kemampuan berpikir tingkat janjang petatar ajar dalam pembelajaran abad ke-21. ATS menjabarkan konsep atau fenomena menjadi putaran yang makin rinci dan menjelaskan hubungan antarbagian tersebut (Laksono, et al., 2022). ATS merupakan kemampuan bagi meneliti dan memecah fakta dan pemikiran menjadi kelebihan dan kelemahan dari suatu persoalan (Amer, 2005). ATS diperlukan siswa untuk menemukan dan memintasi persoalan dengan menggerutu antar bagian yang ganti terkait privat pembelajaran abad ke-21.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Observasi Papan bawah

Observasi yang dilakukan di SMP Negeri 2 Gempol, Pasuruan  Jawa Timur, melalui observasi pembelajaran di kelas secara daring memperalat aplikasi TEAMS / Microsoft 365.
Observasi pembelajaran kelas bawah VIII di SMP Negeri 2 Gempol dilaksanakan pada tanggal 16 November 2022 secara daring. Master melakukan penerimaan dengan bantuan petisi TEAMS / Microsoft 365 yang telah disediakan oleh sekolah. Dalam 1 JP (20 menit), 8 rombongan belajar dijadikan satu dalam satu forum atau suatu link pembelajaran dengan jumlah 273 peserta didik. Berdasarkan akun nan masuk dalam aplikasi TEAMS / Microsoft 365, 100 akun yang mengikuti pembelajaran IPA daring kelas VIII. Hal tersebut dikarenakan adanya kendala jaringan kasatmata jaringan yang buruk dan juga tak adanya kuota internet sehingga pesuluh didik melakukan pembelajaran secara berkelompok dengan suatu akun pembelajaran nan masuk dalam permintaan TEAMS / Microsoft 365. Pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa bimbing inferior VIII di SMPN 2 Gempol, karena peserta ajar yang tidak hadir tidak n kepunyaan alasan yang jelas.

Guru menerapkan metode diskusi dengan pertolongan PPT pengutaraan hawa dalam penataran dengan materi darah. Kegiatan pendedahan yang dilakukan ialah mengidentifikasi komponen-komponen darah dan jenis-jenis peredaran darah pada manusia. Pembelajaran dibuka oleh guru dengan salam, mengecek kehadiran peserta pelihara lega kolom komentar. Guru membahas pertemuan sebelumnya dengan ringkas karena pertemuan kali ini ialah pintu plonco. Guru menjelaskan materi secara lisan dengan menggunakan media ppt. Bahasa nan digunakan guru menutupi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, serta penjelasan suhu mudah dipahami oleh murid didik karena bahasa nan komunikatif. Interaksi antar peserta didik kurang dapat dipantau karena penataran dilakukan melalui daring. Guru bermain sebagai presenter dalam diskusi karena keterbatasan musim penerimaan dan karakteristik materi pembelajaran nan disampaikan. Guru menanyakan kesulitan petatar jaga di intiha penjelasan dan digunakan bakal menghafaz juga pembelajaran nan sudah lalu disampaikan. Guru menutup pendedahan dengan menyingkat kegiatan penelaahan dan menjelaskan kegiatan pada perjumpaan berikutnya.

Bersendikan Standar Isi yang telah ditetapkan pemerintah intern Permendikbud Nomor 21 Hari 2022 akan halnya Tolok Isi Pendidikan Radiks dan Menengah, RPP nan disusun suhu sudah memenuhi standar kompetensi inti pada tingkat kelas VII – IX SMP yaitu sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam tujuan pengajian pengkajian, kompetensi inti diintegrasikan internal bagasi IPA tetapi dalam pembelajaran langsung sering terabaikan khususnya pada kompetensi inti sikap. Berdasarkan Standar Proses yang dimuat n domestik Permendikbus Nomor 22 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Sedang, penerimaan sudah menerapkan pendekatan alamiah dalam penyampaiannya dengan memperalat Kurikulum 2022 yang terlihat dalam RPP yang telah dikembangkan guru.

B.    Identifikasi Masalah

Praktikan memperoleh beberapa catatan sejauh observasi kelas yang teridentifikasi bagaikan komplikasi antara lain:
1.    Penataran IPA ditingkat SMP yakni menanamkan sikap ilmiah pada pesuluh didik, mengembangkan keterampilan, dan menerapkan konsep IPA cak bagi mengatasi masalah, namun kegiatan pembalajaran yang dilakukan belum menunjukkan pada Analytical Thinking Skill peserta didik.
2.    Pengajian pengkajian IPA berfokus pada student center, namun secara daring berpusat pada teacher center, karena keterbatasan waktu yang tersedia
3.    Pembelajaran dikembangkan secara menarik agar peserta tuntun tidak merasa bosan dan menghasilkan pembelajaran bermakna, namun pembelajaran daring mewatasi kegiatan peserta jaga intern suatu kali pertemuan sehingga keterikatan siswa jaga intern mengatasi maksud pembelajaran kurang tampak kerumahtanggaan pembelajaran IPA.
4.    Proses pembelajaran membutuhkan perangkat penerimaan nan sesuai dengan pengajian pengkajian daring, doang guru setia menggunakan perangkat pembelajaran pada pertemuan berhadapan sehingga belum tentu setuju dengan Analytical Thinking Skill peserta didik.

C.    Batasan Masalah

Inovasi pembelajaran yang dilakukan berfokus pada penerapan pendekatan STEM Science, Technology, Engineering and Mathematics) internal perangkat penataran IPA sehingga dapat meningkatkan Analytical Thinking Skill peserta didik privat pembelajaran IPA.

D.    Rencana Penceraian Kelainan

Berdasarkan permasalahan yang cak semau, praktikan mengembangkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan STEM Science, Technology, Engineering and Mathematics). Radas pembelajaran yang dikembangkan faktual Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKPD, dan instrumen penilaian pembelajaran. Rancangan pembelajaran menggunakan pendekatan STEM Science, Technology, Engineering and Mathematics) nan terdiri bersumber enam tahap merupakan observe (master memberikan apersepsi dan pesuluh didik menyerang alamat pembelajaran), asking question (peserta jaga menganalisis permasalahan berdasarkan objek yang diamati dengan arahan guru), hypothesize (peserta didik mengekspresikan premis berdasarkan tanya berpangkal analisis persoalan sebelum berbuat percobaan), analyze and interpret (murid jaga menganalisis dan menginterpretasikan kegiatan percobaan bagi memperoleh data percobaan), create (pelajar didik menganalisis dan melaporkan hasil percobaan dalam laporan dengan sistematika yang diharapkan), dan evaluate and communicate (peserta didik mengkomunikasikan hasil percobaan dan mengevaluasi hasil percobaan sehingga dicapai inferensi materi privat pendedahan). Ancang yang harus ditempuh peserta didik mengikuti pendekatan STEM yang tertuang intern LKPD nan dirancang oleh guru. Pemanfaatan radas pembelajaran pendekatan STEM dalam pembelajaran diharapkan mewah meningkatkan Analytical Thinking Skill pelajar bimbing dalam pembelajaran IPA.

E.      Hasil Evaluasi

Sehabis pelaksanaan proses belajar mengajar atau open class dilaksanakan maka puas pertemuan ke-2 dilaksanakan tes uji kompetensi secara daring dengan waktu 2 jam pelajaran. Sedangkan hasil evaluasi nan di dapatkan dari 68 petatar dari tiga papan bawah VIII A, B, C tercantum pada daftar tabel berikut ini:

Besaran Ponten dan Angka Analytical Thinking Skill Kelas VIII A, B, C SMPN 2 Gempol

jumlah

Dari hasil tabulasi prosentase murid nan menirukan pembelajaran sekitar 98%, sehingga bisa disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dengan menggunakan inovasi pembelajaran berbasis STEM sangat efektif.

F.    Implementasi

1.    Jadwal, Waktu, dan Kelas Implementasi

Guru yang bertugas sebagai guru Model  adalah Lilis Suryani, S.Pd guru semenjak SMP N 2 Gempol, observernya dua orang bersumber Universitas Kawasan Yogyakarta (UNY) adalah Nunuk Ika Lestari dan Nedia Erlini, juga para suhu IPA SMP T 2 Gempol Pasuruan.

Kancah di SMP Falak 2 Gempol yang pelaksanaannya dilaksanakan dua kelihatannya pertemuan merupakan perjumpaan pertama pada tahun  Kamis, tanggal    19 November 2022 dan pertemuan kedua perian Kamis, terlepas 26 November 2022  pada  kelas VIII dengan durasi waktu 40 menit setiap pertemuan dari martil 09.00-09.40 WIB

2.    Refleksi Kegiatan

Kegiatan pembelajaran diawali dengan pendahuluan, dimana suhu mendedahkan pendedahan dengan salam pembuka, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik nan sudah masuk TEAMS / Microsoft 365  untuk menirukan pembelajaran. Peserta didik memberikan respon yang baik dengan menjawab salam, warta, dan presensi eksistensi. Kemudian, guru menjelaskan tujuan pembelajaran nan akan dipelajari lega hari ini. Suhu memutarkan video Human Circulatory System dan “Apakah Manusia Bisa Tahan Tanpa Nyut Jantung 1 Ketika Aja?” melalui link
https://www.youtube.com/watch?v=MUhtAXPvVnE.

Pendekatan pengajian pengkajian nan digunakan adalah Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan enam langkah pembelajaran yang dilakukan yaitu observe (pengamatan), asking question (menerimakan pertanyaan), hypothesis (Memformulasikan dugaan), anlyze and interpret (menganalisis dan menginterpretasi), create (menciptakan), evaluate anf communicate (mengevaluasi dan mengkomunikasikan).

1. Langkah Penelaahan STEM
Observe (pengamatan)

Implementasi Penataran

Pasca- hawa menampilkan video Human Circulatory System dan “Apakah Manusia Dapat Tahan Tanpa Denyut Jantung 1 Detik Aja?”. Pesuluh pelihara berbuat pengamatan detak dalaman diri sendiri dengan mandu menyentuh bagian dada dan pergelangan tangan, maka akan terasa ada penggalan nan berdenyut. Peserta didik pun mengamati fenomena Momen seseorang dikejutkan atau dikagetkan. Respon peserta didik terlihat antusias, terlihat terbit kaidah mereka menjawab momen suhu menerimakan perintah maupun pertanyaan.

2.Awalan Pembelajaran STEM

Asking question (memberikan pertanyaan)

Implementasi Pengajian pengkajian

Guru membimbing peserta didik lakukan membuat soal selepas berbuat observasi dan menuliskannya pada lembar yang telah disediakan. Hal tersebut dilakukan bakal menemukan persoalan nan suka-suka untuk dicari kaidah penyelesaiannya. Peserta tuntun diminta cak bagi mengajukan pertanyaan dan menuliskan komplikasi terkait hasil pengamatannya. Master menggiring peserta ajar bakal menentukan permasalahan nan akan dibahas merupakan apa hanya yang dapat mempengaruhi detak alias nyut jantung dan bagaimana jantung dapat berdetik secara cepat atau lambat. Bilang peserta asuh berbenda mengajukan pertanyaan nan berkaitan dengan materi nan akan dibahas yang menjadi langkah pengajian pengkajian, yang artinya tahap asking question terlampiaskan dengan baik.

3.Persiapan Pendedahan STEM

Hypothesis (Menyusun presumsi)

Implementasi Penataran

Pada tahap Menyusun premis, sebelumnya guru menjelaskan terlebih dahulu rendah adapun percobaan yang akan dilakukan. Peserta pelihara diminta lakukan melakukan percobaan dengan tiga aktivitas yang berbeda adalah duduk nyenyat, berjalan santai, dan berlari kecil. Master membimbing pelajar didik untuk menentukan hipotesis percobaan kira-kira apa doang yang dapat mempengaruhi frekuensi denyut jantung berdasarkan observasi tadinya yang sudah lalu dilakukan. Cak bagi membuktikan dugaan yang mereka buat, siswa didik selanjutnya diminta cak bagi mengerjakan percobaan.

4/5.Langkah Pembelajaran STEM
Analyze and interpret (menganalisis dan menginterpretasikan)
Create (menciptakan)

Implementasi Pembelajaran

Guru membagikan/mengunggah LKPD melangkaui whatsapp group kelas bawah masing-masing tinggal mengincarkan mereka untuk mengunduh LKPD serta membaca petunjuk dan persiapan percobaan yang akan dilakukan. Guru menjelaskan secara detail prosedur setiap kegiatan percobaan yang harus dilakukan. Percobaan dilakukan di rumah saban peserta didik dan dilakukan secara berpasangan. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik lakukan bertanya secara detail tentang percobaan tersebut, beberapa peserta tuntun terlihat antusias bertanya melalui roomchat alias bertanya secara sambil. Setelah semua murid didik dirasa mengerti barang apa nan harus mereka lakukan, guru mengecek kembali dan memastikan peserta didik untuk serius melakukannya. Percobaan dilakukan secara mandiri oleh petatar ajar di flat per dikarenakan keterbatasan masa saat belajar daring, semata-mata hal tersebut tidak mengurangi sari berasal pembelajaran nan diberikan. Seterusnya, guru mengkomunikasikan kepada peserta bimbing tagihan/tugas yang harus dikumpulkan, format tugas, dan periode akumulasi pada ketika pembelajaran lebih jauh. Tagihan yang harus dipenuhi maka itu siswa didik yaitu mengumpulkan data dan hasil percobaan internal bentuk file salinan dan mengunggahnya via wahtsapp group kelas bawah per dalam waktu 2×24 jam. Guru mengunggah format pemberitaan nan harus dikumpulkan melalui whatsapp group kelas.

6.Awalan Pembelajaran STEM

Evaluate and communicate (menevaluasi dan mengkomunikasikan)

Implementasi Pembelajaran

Pada tahap ini peserta didik akan membuktikan hipotesis awal berlandaskan data hasil percobaan yang telah mereka peroleh. Data hasil percobaan yang telah diolah dan di analisis sebelumnya kemudian dipresentasikan melangkahi TEAMS / Microsoft 365  dengan kaidah mencadangkan/sharescreen tali laporan percobaan. Beberapa agen peserta didik mempresentasikan hasil mereka dengan baik, sekadar terserah beberapa yang masih kesulitan bikin menampilkannya, hal tersebut boleh diatasi dengan arahan yang diberikan oleh temperatur. Sehabis presentasi radu, temperatur memfasilitasi siswa bimbing untuk melakukan temu ramah dan menerimakan umpan pencong terhadap pembuktian hipotesis awal mereka, namun kegiatan cak bertanya jawab terlihat minus aktif karena terbatas peserta bimbing yang bertanya maupun menerimakan tanggapan terkait presentasi. Temperatur mengklarifikasi pemahaman peserta didik dengan mengutarakan video “Jantungmu yaitu mesin terkuat di seluruh dunia” atau melalui link https://www.youtube.com/watch?v=vGRIcRuGgcM Guru memandu peserta ajar menarik kesimpulan mulai sejak kegiatan nan telah dilakukan. Untuk mengevaluasi penerimaan yang telah dilakukan, guru memasrahkan pertanyaan tes berbasis analytical thinking skill internal bentuk google form melalui link yang diberikan via whatsapp group.

Pada kegiatan akhir, diakhiri dengan refleksi bersumber guru berkaitan dengan hasil percobaan dan diskusi. Master bersama petatar didik menyimpulkan hasil pembelajaran dan mengingatkan untuk comar bersyukur atas keagungan Tuhan dan segala sedap-Nya. Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan lebih jauh, kemudian menutup les dengan mengucap salam penutup.

Akhir

A.    Simpulan

Setelah melaksanakan implementasi pembelajaran IPA di SMP N 2 Gempol dapat disimpulkan bahwa:
1.    Pendedahan melampaui percobaan lakukan materi sistem transportasi pada manusia dengan memanfaatkan perangkat ICT melicinkan peserta pelihara dalam penataran dan membuat pesuluh didik menjadi makin antusias, sehingga meningkatkan penguasaan ICT peserta didik.
2.    Pengajian pengkajian menunggangi pendekatan STEM menciptakan kesempatan kepada peserta didik cak bagi menghubungkan antara siaran dan kegesitan  intern kesadaran materi, mendukung pesuluh didik menemukan permasalahan pada saat melakukan percobaan dan penyelesaiannya. STEM memfasilitasi petatar didik cak bagi meningkatkan analytical thinking skill melampaui penyusunan informasi hasil percobaan.

B.    Saran

Setelah melakukan implementasi dan refleksi, maka praktikan mensyurkan situasi-hal sebagai berikut.
1.    Lakukan sekolah, alokasi waktu yang diberikan pada jam tuntunan IPA kurang efektif sekiranya dilaksanakan dalam suatu kali pertemuan dengan menjadikan 8 delegasi belajar menjadi satu rombongan belajar besar.
2.    Untuk guru, lebih meningkatkan sekali lagi pendisiplinan pesuluh didik dalam pengumpulan tugas dan keterangan percobaan. Pengaplikasian STEM selama pendedahan daring seumpama inovasi dalam pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal dengan mengerjakan percobaan mandiri melangkaui instruksi guru secara tegas dan jelas.
3.    Cak bagi peserta didik, kian meningkatkan loyalitas waktu dalam menirukan pembelajaran secara daring moga bisa mengikuti proses pembelajaran berpangkal awal sampai penutup sehingga dapat memahami isi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

DAFTAR PUSTAKA

Amer, A. (2005). Analytical Thinking. Cairo: Center for Advancement of Postgraduate Studies and Research in Engineering Sciences.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives (Abridged). New York: Addison Wesley Longman, Inc.
Cresswell, J.W. (2016). Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran: Edisi Keempat. Yogayakarta: Referensi Pelajar.
Harry Firman, (2016). Pendidikan STEM perumpamaan Rancangan Inovasi Pengajian pengkajian Kimia Lakukan Meningkatkan Daya Saing Bangsa dalam Era Publik Ekonomi Asean. Prosiding Seminar Kewarganegaraan Kimia dan Pembelajarannya, ISBN : 978-602-0951-12-6.
Heong, Y.M., Widad, Jailani, Kiong, Ufuk.Horizon., Razali, & Mohaffyza, M. (2011). The Level of Marzano Higher Order Thinking Skills among Technical Education Students. International Journal of Social Science and Humanity, 1(2), 121-125.
Irwanto, Rohaeti, E., Widjajanti, E., & Suyanta. (2017). Students’ Science Process Skill and Analytical Thinking Ability in Chemistry Learning. AIP Conference Proceedings, 1868(), 030001–.
Laksono, E. W., Rohaeti, E., Suyanta, & Irwanto. (2017). Perlengkapan Penilaian Kemampuan Nanang Analitis dan Keterampilan Proses Sains Ilmu pisah. Jurnal Kependidikan, 1(1), 100-110.
Poppy K Devi, dkk (2018), Materi Arahan Teknis Pembelajaran Berbasis STEM Intern Kurikulum 2022 Netra Pelajatan IPA,Kemendikbud SEAMEO Regional Center for QITEP in Science, Bandung
Prastiwi, M. N. B. N. B., & Laksono, E. W. W. (2018). The ability of analytical thinking and chemistry literacy in high school students learning. J. Phys, 12061.


**)
Dapatkan update pemberitahuan sortiran setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

Source: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/359949/penerapan-inovasi-pembelajaran-ipa-berbasis-stem-di-masa-pandemi-covid19