Jikalau sekarang IPA di SMP ketel masih disusun berlipat, yakni mata pelajaran fisika, kimia, dan biologi. Nantinya ketiga kursus itu integral dalam latihan IPA,”

Semarang (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menyatakan pelajaran guna-guna proklamasi bendera (IPA) dan ilmu manifesto sosial (IPS) di SMP akan lebih terstruktur pada kurikulum baru.

“Jikalau saat ini IPA di SMP kan masih disusun berlapis, yakni alat penglihatan pelajaran fisika, kimia, dan biologi. Nantinya ketiga pelajaran itu terintegrasi dalam pelajaran IPA,” katanya di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkan jebolan Rektor Perkumpulan Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu usai Pemasyarakatan Kurikulum 2022 di Universitas Wilayah Semarang (Unnes) yang dihadiri ratusan guru di Jawa Tengah.

Demikian pula dengan integrasi latihan IPS janjang SMP yang dulunya masih terbagi dalam beberapa les, seperti geografi dan sejarah, seumpama upaya penyederhanaan pelajaran di sekolah.

“Nantinya, temperatur-hawa biologi di SMP akan mengajar pelajaran IPA, guru fisika juga begitu, mengajar IPA. Demikian kembali dengan guru-hawa ilmu permukaan bumi dan sebagainya yang akan mengajar pelajaran IPS,” katanya.

Nuh mengakui muatan tuntunan yang ditanggung murid selama ini memang cukup banyak sebagaimana dikritik berbagai kalangan sehingga perlu penyederhanaan terhadap mata pelajaran yang diajarkan.

Berkaitan dengan penerapan kurikulum baru, pelajaran tingkatan SD sekali lagi disederhanakan menjadi enam netra les, termasuk IPA dan IPS yang pembelajarannya diintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya.

Koteng petatar sosialiasi nan juga Penasihat SMP Kawasan 5 Semarang Suharto mengakui selama ini pembelajaran IPA di sekolah memang terbagi atas beberapa ain pelajaran, yaitu ilmu hayat, fisika, serta kimia.

“Kalau IPS, terbagi atas les geografi, ekonomi, sejarah. Ilmu masyarakat belum suka-suka. Dengan kurikulum hijau, nantinya pembelajaran IPA dan IPS tidak akan berlapis begitu juga itu, melainkan terintegrasi,” katanya.

Ia mengakui sebenarnya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berlaku saat ini memang sudah menata pembelajaran IPA dan IPS secara terpadu, akan tetapi keterpaduan itu sifatnya masih “tempelan”.

“Jadi pelajarannya ya masih IPA-Biologi, IPA-Fisika, dan sebagainya. Kalau puas kurikulum baru kemudian hari akan terpadu, IPA dan IPS. Pelajaran IPA berbasis biologi, tentatif IPS berbasis ilmu permukaan bumi,” kata Suharto. (KR-ZLS/M029)

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2022