Animasi Pembelajaran Smp Kls 9 Refleksi

Lembar KEGIATAN Murid Pelihara REFLEKSI / PENCERMINAN Keunggulan Anggota Kerumunan . . . Kompetensi Pangkal

1.

3.5 Menguraikan Transfigurasi Geometri (refleksi,

2.

translasi, rotasi, dan dilatasi) yang dihubungkan dengan problem kontekstual. 4.5 Menyelesaikan masalah berkaitan

dengan

kontekstual

transformasi

nan

3. 4.

geometri

(refleksi, translasi, perputaran, dan dilatasi).

Tujuan Pembelajaran

:

3.5.4

Petatar didik dapat membedakan cermin dan bukan kamil refleksi

:

3.5.5

Siswa didik bisa mendeskripsikan sifat-aturan refleksi

:

3.5.6

Peserta didik dapat menentukan bayangan hasil refleksi

Mengamati A. Menentukan hasil pencerminan nan benar berbunga suatu susuk 1.

Warnai / arsirlah buram yang merupakan tulangtulangan refleksi mulai sejak pulang ingatan aslinya

2.

Hasil pencerminan aksara F terhadap garis miring, yang benar adalah . . .

3.

Tentukan pasangan pencerminan yang tepat dari bentuk berikut a. c.

b.

d.

B. Menggambar paparan mulai sejak sebuah bangun yang direfleksikan terhadap satu garis Gambarlah bayangan berasal bangun berikut puas kertas petak, yang telah disediakan ! No 1.

Kudus

Bayangan

2.

Penali

Setujukah kamu ? Jika refleksi / pencerminan adalah proses membuat bayangan suatu bangun atau benda tepat sama dengan aslinya

Berbunga bilang kegiatan di atas, sebutkan ciri / sifat dari suatu refleksi dilihat dari segi: a) rangka, 2) ukuran/besarnya, dan 3) jaraknya ! Jawab : …………………………………………………………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Menyoal C. Menentukan refleksi pada bidang koordinat 1. Menentukan refleksi berbunga satu noktah terhadap suatu sumbu atau garis Laksana : 1. Sekiranya koodinat noktah A direfleksikan terhadap sumbu X maka hasil refleksinya adalah noktah . . . 2. Jika koodinat titik A direfleksikan terhadap tali api Y maka hasil refleksinya ialah titik . . . 3. Jika koodinat noktah A direfleksikan terhadap titik pusat (0,0) maka hasil refleksinya adalah noktah . . . 4. Jikalau antara titik A(3,2) dan C(-3,2) dihubungkan oleh sebuah garis seumpama pencermin dari titik B(3,-2) maka bayangannya adalah tutul . . . 5. Sebaliknya, jika antara titik D(-3,2) dan B(3,-2) membentuk suatu garis perumpamaan pencermin dari bintik A(3,2) maka bayangannya yakni titik . . . Dengan melihat letak koordinat bayangan dengan bintik asalnya, maka soal refleksi di atas dapat di gambarkan bagaikan berikut:

2. Menentukan refleksi dari satu bangun terhadap suatu upet atau garis Pada bidang koordinat pencerminan suatu tutul atau siuman dapat dilakukan oleh sejumlah tali api yakni:

a. Pencerminan terhadap sumbu X Tentukan koordinat gambaran persegi hierarki ABCD yang dicerminkan terhadap upet X : Salih Bayangan A(1,….) A’(….,….) B(…, 2) B’(….,….) C(3,3) C’(….,….) D(…,…) D’(….,….) Karena nilai koordnat x tetap, dan nilai koordinat y hanya berubah jenama opearsinya. Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu x 𝑴𝑿

ialah: 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (… . . . , . … . ) b. Pencerminan terhadap murang Y Tentukan koordinat gambaran persegi tingkatan ABCD nan dicerminkan terhadap murang Y : Asli Bayangan A(1,2) A’(….,….) B(3,2) B’(….,….) C(3,3) C’(….,….) D(1,3) D’(….,….) Karena nilai koordnat x loyal, dan kredit koordinat y sahaja berubah tanda opearsinya. Sehingga rumus pencerminan terhadap tali api Y 𝑴𝒀

adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (… . . . , . … . ) c. Pencerminan terhadap sumbu X = k Tentukan koordinat bayangan persegi panjang ABCD yang dicerminkan terhadap api-api X = k, dengan k = -1 Suci Bayangan Posisi (y’) A(1,2) A’(….,….) Akibat refleksi terbit x = k maka B(3,2) B’(….,….) x’= k+(k-x) C(3,3) C’(….,….) x’= 2k-x D(1,3) D’(….,….) Sehingga rumus pencerminan terhadap tali api 𝑴𝑿=𝒌

X=k adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) →

𝑷′ (… . . . , . … . )

Penjelasan, tentang pencerminan terhadap sumbu X = k , yaitu pencerminan terhadap sebarang titik-noktah yang sejajar pada koordinat sumbu X, sehingga membentuk suatu garis agak gelap lurus setinggi sumbu Y, lihat lembaga berikut:

• Jarak titik P terhadap sumbu y adalah a. • Jarak cermin x = h ke sumbu y adalah h. • Jarak benda kecermin = h-a. • Jarak bayangan kecermin = h-a. • Jarak bayangan kebenda =2(h-a). • Jarak bayangan ke sumbu y = 2(h-a)+a = 2h-a Adat tersebut juga berlaku plong pencerminan terhadap sumbu Y = h, dengan letak posisi cermin yang berbeda, merupakan sejajar terhadap sumbu X

d. Pencerminan terhadap murang y = h Tentukan koordinat bayangan persegi jenjang ABCD yang dicerminkan terhadap tunam Y = h, dengan h = -1 Asli Bayangan Posisi (x’) A(1,2) A’(….,….) Akibat refleksi dari y = h maka B(3,2) B’(….,….) y’= h+(h-y) C(3,3) C’(….,….) y’= 2h-y D(1,3) D’(….,….) Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu 𝑴𝒀=𝒉

y=k merupakan: 𝑷(𝒙, 𝒚) →

𝑷′ (… . . . , . … . )

e. Pencerminan terhadap titik pangkal (0,0) Tentukan koordinat cerminan persegi panjang ABCD yang dicerminkan terhadap titik tolak/rahasia (0,0) : A(1,2) A’(….,….) B(3,2) B’(….,….) C(3,3) C’(….,….) D(1,3) D’(….,….) Sesuai sifat cermin bayangan yang dihasilkan akan sehadap dan berjarak sama dari contoh Sehingga rumus pencerminan terhadap titik pusat 𝑴(𝟎,𝟎)

(0,0) adalah 𝑷(𝒙, 𝒚) →

𝑷′ (… . . . , . … . )

f. Pencerminan terhadap garis y = x Tentukan koordinat paparan persegi panjang ABCD nan dicerminkan terhadap garis y = x, maka A(1,2) A’(….,….) B(3,2) B’(….,….) C(3,3) C’(….,….) D(1,3) D’(….,….) Karena pencermin makmur berimbit dengan ingat maka banyangan yang dihasilkan pun berimpit Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu 𝑴𝒚=𝒙

Y=X merupakan: 𝑷(𝒙, 𝒚) →

𝑷′ (… . . . , . … . )

g. Pencerminan terhadap garis y = -x Tentukan koordinat bayangan persegi panjang ABCD yang dicerminkan terhadap garis y = -x, maka A(1,2) A’(….,….) B(3,2) B’(….,….) C(3,3) C’(….,….) D(1,3) D’(….,….) Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu Y=-X adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) 𝑴𝒚=−𝒙

𝑷′ (… . . . , . … . )

h. Pencerminan terhadap titik Q(a,b) Tentukan koordinat bayangan persegi pangkat ABCD nan dicerminkan terhadap garis terhadap sebarang noktah (a,b), andai Q(a,b) dengan a=-1, b= -2 maka: A(1,2) A’(….,….) B(3,2) B’(….,….) C(3,3) C’(….,….) D(1,3) D’(….,….) Sehingga rumus pencerminan terhadap murang X adalah: 𝑴(𝒂,𝒃)

𝑷(𝒙, 𝒚) →

𝑷′ (… . . . , . … . )

Source: https://idoc.pub/documents/lkpd-refleksi-9n0kmw557x4v