Alokasi Waktu Jam Mengajar Smp Pada Ktsp

Hipotetis Laporan PPL (Praktek Pengalaman Tanah lapang) Di Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA

Praktek Camar duka Lapangan. Bikin membekali seorang Mahasiswa di Perguruan Jenjang Jurusan Fakultas KKeguruan Dan Pedagogi (FKIP) sebelum ambau langsung di publik sebagai Guru, diharuskan seorang Mahasiswa melakukan praktik di pelan tambahan pula sangat. Praktik mengajar disebuah sekolah baik SD/MI/MTs/SMP, SMA/MA, bagaikan pengalaman langsung menghadapi siswa dan situasi di sekolah secara serempak Praktik ini dilakukan selama 2 atau 3 bulan berjejer-jejer, seharusnya sendiri Mahasiswa FKIP betul betul bisa mempraktikkan ilmu proklamasi dan teori pembelajaran nan didapatkan di meja perkuliahan.

Contoh Laporan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) Di Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA

Sehabis mengamalkan praktik di lapangan, maka harus membuat sebuah laporan praktiknyang mutakadim dilakukannya. Nah.n domestik artikel ini disajikan sebuah contoh publikasi PPL, sebaiknya bisa membantu Anda para mahasiswa yang medium /mau membentuk sebuah laporan Praktik Pengalaman tanah lapang (PPL).

Kata PENGANTAR

Alhamdulillah, puji terima kasih penulis panjatkan kepada Almalik SWT sahaja karena hadiah, belas kasih, dan kesempatan yang telah diberikan-Nya sehingga katib dapat mengendalikan kegiatan Praktek Camar duka Lapangan (PPL) beserta penulisan laporannya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi samudra Muhammad SAW nan kita nantikan syafaatnya di hari pembalasan kiyamah kemudian hari.

Praktek Asam garam Lapangan (PPL) merupakan program perkuliahan perlu yang harus diikuti makanya seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebagai calon generasi pendidik bangsa ini. Di sinilah juru tulis dihadapkan dengan kondisi kasatmata di tanah lapang sesuai disiplin ilmu nan dipelajari. PPL juga sebagai penanda kualitas mahasiswa mengaplikasikan teori-teori yang telah dipeoleh sepanjang kegiatan perkuliahan.

Dabir mencatat bahwa kegiatan PPL serta penulisan permakluman ini tidak terlepas berasal bantuan plural pihak. Penulis menyabdakan songsong kasih kepada semua pihak nan telah kondusif kelancaran pelaksanaan Kegiatan PPL, adalah:

1.
Buya Dr. H. Gim, M. Hum selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Perkumpulan……………. yang telah memberikan ijin kepada penulis bagi melaksanakan praktek pengajaran langsung di lapangan.

2.
Ibu Lilik , M. Hum beserta rekannya selaku Bos Unit Praktikum dan panitia penggarap kegiatan PPL yang telah mengatur dan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan PPL.

3.
Kiai H. Ahmad  MA selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mutakadim membimbing penulis setakat selesai kegiatan PPL dan penulisan laporannya

4.
Bapak Drs. M.  Purwanto, M. Ag selaku Kepala SMA Negeri……….. yang mutakadim mengijinkan kami melaksanakan praktek teaching dan non-teaching di SMA Negeri…………

5.
Bapak Drs. Tri Rama Dewa, M. Pd selaku Wakamad Kurikulum yang telah berkenan mengasihkan pembinaan, brifing,  dan evaluasi pelaksanaan PPL.

6.
Bapak Musthafa, S. Ag, M. Pd. I selaku guru pamong yang telah mengijinkan dan menyediakan musim serta jam mengajarnya bagi rekan PPL sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

7.
Bapak dan Ibu guru serta seluruh staf dan karyawan SMA Negeri……….. yang banyak memasrahkan pengalaman-pengalamannya kepada saya serta membantu dalam penulisan takrif ini.

8.
Rekan-rekan mahasiswa PPL seluruhnya terutama yang berada di SMA Negeri……….. nan telah memberikan uluran tangan, dukungan, dan kerjasamanya dalam mensukseskan kegiatan PPL.

9.
Seluruh siswa siswi SMA Area……….. yang telah membantu kami dalam memperlancar kegiatan PPL ini, khususnya musuh-n partner OSMANSA, peserta-siswi XI A-1, XI A-2, XI S-1, XI S-2, dan XI Bahasa yang telah berkolaborasi dan kooperatif mensukseskan pelaksanaan PPL.

Tiada kata indah yang tak selain ucapan terima pemberian paling-paling untuk semua pihak nan terlibat dalam kegiatan suksesi PPL. Penghabisan kata carik tidak ada gading yang tak retak, laporan ini masih jauh mulai sejak keutuhan, sehingga pencatat mohon maaf dan seyogiannya embaran ini bermanfaat bikin semua pihak.

Kebumen,

September 2022

Penulis

Abdus Shomad

NIM. 260000000000

DAFTAR ISI

Pekarangan JUDUL …………………………………………………………

Pelataran PENGESAHAN ……………………………………………….

Kata pengantar ……………………………………………………….

DAFTAR ISI …………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………

A.
Latar Birit PPL …………………………………………………..

B.
Pamrih PPL ……………………………………………………………

C.
Kepentingan PPL ………………………………………………………….

Bab II DESKRIPSI LOKASI DAN Gambar PROGRAM ……………..

A.
Deskripsi Lokasi ………………………………………………………

B.
Rencana Program ……………………………………………………..

BAB III KEGIATAN PERSEKOLAHAN (Non-Teaching) …………………

A.
Kegiatan Persekolahan ……………………………………………….

B.
Pilihan Program Persekolahan ……………………………………….

Gerbang IV KEGIATAN PENGAJARAN (Teaching) ………………………….

A.
Pelaksanaan Indoktrinasi ………………………………………………

B.
Masalah privat Indoktrinasi …………………………………………..

C.
Propaganda Pemecahan Kebobrokan Pengajaran ………………………………

Gerbang V Penghabisan …………………………………………………………..

A.
Konklusi …………………………………………………………..

B.
Saran ………………………………………………………………….

LAMPIRAN ………………………………………………………………….

BAB I

PENDAHULUAN

A.
Rataan Belakang PPL

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan  Universitas……………. mempunyai maksud buat menyiagakan hawa profesional dengan memiliki nilai dan sikap serta deklarasi berketerampilan bak tenaga pendidik yang rupawan dalam satah kependidikan di bagan-lembaga pendidikan. Privat menyiapkan tenaga kependidikan yang profesional, Fakultas Mantra Tarbiyah dan Keguruan Universitas……………. memberikan pengetahuan dan kelincahan kepada mahasiswa mengenai proses pembelajaran dan atau kependidikan lainnya melintasi mata kuliah Praktek Pengalaman Pelan (PPL).

PPL merupakan salah suatu kegiatan latihan kependidikan yang bersifat intrakulikuler nan dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan bekerjasama dengan madrasah dan sekolah di wilayah Karesidenan Kebumen. PPL mencakup tugas-tugas yang bersifat teaching yaitu kegiatan pengajaran dan non-teaching aktual kegiatan administrasi, ketatausahaan, dan lainnya. Semua aspek tersebut ialah penunjang dalam rangka mewujudkan tenaga kependidikan nan profesional.

Privat kegiatan PPL, mahasiswa petatar (praktikan) ditugaskan ke madrasah dan sekolah privat jangka perian 3 bulan (Juli-September 2022) kerjakan mempelajari  dan melakukan praktek pengajaran semua kompetensi yang diperlukan bagi guru dan alias tenaga kependidikan. Pengalaman yang diperoleh tersebut diharapkan bisa dipakai sebagai bekal untuk membentuk unggulan guru dan tenaga kependidikan yang sadar akan tugas  dan tanggung jawab sebagai tenaga profesional kependidikan.

B.
Tujuan PPL

PPL bertujuan agar praktikan mendapatkan asam garam berupa tentang pelaksanaan proses pengajian pengkajian dan atau kegiatan kependidikan lainnya, sehingga boleh menggunakan pengalamannya bagaikan bekal untuk takhlik safi diri suhu yang mandiri dan cakap n kepunyaan biji, sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai tenaga kependidikan profesional.

C.
Kemujaraban PPL

PPL diharapkan dapat memasrahkan kepentingan terhadap praktikan, pengorganisasi madrasah dan sekolah serta pengelola Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas……………..

1.
Kurnia PPL Bagi Praktikan

a.
Mengenal dan mengerti secara berbarengan kegiatan proses pendedahan dan kegiatan kependidikan lainnya di madrasah tempat tutorial praktek keguruan.

b.
Memperdalam denotasi, pemahaman, dan penghayatan tentang pelaksanaan pendidikan.

c.
Mendapatkan kesempatan mempraktekan teori-teori nan sudah lalu diperoleh ke dalam proses pembelajaran di papan bawah yang sebenarnya (real class) dan kegiatan kependidikan lainnya.

d.
Mendewasakan pola berpikir ke dalam pola kerja bakal meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan ki aib yang ada di madrasah maupun sekolah.

2.
Manfaat PPL Cak bagi Pengorganisasi Madrasah dan Sekolah

a.
Misal masukan untuk melakukan inovasi dalam kegiatan kependidikan.

b.
Perumpamaan masukan untuk melakukan kegiatan pengembangan manajemen kegiatan kependidikan.

c.
Sebagai masukan kerjakan melakukan kerjasama perintisan laboratorium kependidikan.

3.
Manfaat PPL Bagi Pengelola Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Perserikatan…………….

a.
Sebagai masukan bakal berbuat ekspansi transendental pelaksanaan praktik pendidikan, sehingga kurikulum, metode, dan pengelolaan proses pembelajaran di Universitas……………. boleh disesuaikan dengan tuntutan nyata di lapangan.

b.
Sebagai masukan bakal melakukan kajian mengenai implikasi praktek kependidikan sebagai sasaran ekspansi pendalaman.

c.
Sebagai masukan cak bagi berbuat perluasan dan peningkatan kerjasama dengan instansi terkait.

BAB II

DESKRIPSI LOKASI DAN Tulang beragangan Programa

A.
Deskripsi Lokasi

1.
Sejarah SMA Negeri………..

Sekolah Menengah Selam 1 Kebumen awal mulanya adalah Sekolah Menengah Islam Kebumen di bawah Yayasan Al-Selam lega musim lima puluh-an. Karena keinginan pemerintah untuk mendirikan Sekolah Menengah Islam, maka pemerintah mempersunting kepada Yayasan Al-Selam bagi menggotong prestise madrasah tersebut pecah swasta menjadi kewedanan.

Dengan adanya negosiasi dan sudah dicapainya tenang dan tenteram di antara kedua belah pihak, Yayasan Al-Islam merelakan sebagian siswa-siswinya dimasukkan ke Sekolah Semenjana Islam. Penegerian Madrasah ini didasarkan pertinggal keputusan menteri Agama RI No.180 Waktu 1967 tanggal 21 Juli 1967 dengan nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Kebumen. Yang lokasinya masih satu tempat dengan MA Al-Selam sehingga privat suatu lokasi terdapat tiga tulang beragangan pendidikan:

a.
Sekolah Sedang Atas (SMA) Al-Islam yang dikepalai oleh H. A. Ruslan, BA.

b.
Sekolah Menengah Islam yang dikepalai oleh K. A. Mustafa.

c.
Sekolah Menengah Agama Islam Distrik (MAAIN) nan dikepalai Kyai Muhammad ……………

MAAIN satu lokasi dengan Al-Islam di Jl. Honggowongso 65 Kebumen sejauh 10 perian. Kemudian pindah ke Indonesia. Madrasah ini bau kencur menempati lokasi sendiri sreg tanggal 10 Mei 1977, bertempat di Jl. Tulah Bujang.

Sejak tahun 1990 SMA Wilayah……….. dipercaya oleh pemerintah bakal menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang kemudian berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK ). Situasi ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 138 hari 1990.

Tahun 2001 dengan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) SMA Daerah……….. membuka program Workshop yang menempati lokal 3 di Jl. Sumpah Pemuda No. 29. Workshop kecekatan yang dibuka adalah tata pakaian, maintenance and repair computer, dan kesekretarisan yang bertujuan membagi bekal vokasional bagi peserta pelihara yang lain meneruskan studi karena beban ekonomi keluarga.

Pada tahun 2006 SMA Negeri……….. berekspansi program pendidikannya dengan kuak Programa Boarding School yakni program berasrama bikin peserta didik nan berkonsentrasi pada pengembangan akademik jenjang untuk siap bersaing di beraneka ragam even lomba akademis seperti olimpiade, karya ilmiah, penggalian dan sejenisnya serta mempersiapkan peserta didik siap bersaing kursi di institut ternama pada jurusan nan menjanjikan seperti UGM, IPB, ITS, UIN Jakarta, UIN Malang (jejaring kerjasama Depag) dan PTN lain seperti STAN, STPN, STT Telkom, UNS, UNDIP dan bukan-lain. Beraneka ragam program nan dirintis SMA Negeri……….. yaitu umpama upaya untuk senantiasa mengembangkan dur akademik maupun non-akademik dalam bagan menyambut era persaingan mondial yang semakin ketat.

2.
Visi, Misi, dan Tujuan SMA Kawasan………..

Seiring perkembangan dan peralihan zaman seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta globalisasai di apa sisi semangat  menjadikan madrasah merespon tantangan tersebut sekaligus menyirat sebagai probabilitas kerjakan memajukan peserta didik hendaknya mampu beradaptasi intern urut-urutan global, bersaing dalam dinamika umum nan demokratis, berkeadilan dan mengedepankan law enforcement dengan tetap mengedepankan cara-cara mencerahkan serta akhlakul karimah (bil hikmah wa kepingin’idlotil hasanah) dan cinta membawa nafas Islami dalam segala aktivitas, untuk itu SMA Negeri……….. mengembangkan visi, misi, dan intensi ibarat berikut :

a.
Visi: Terbentuknya generasi yang Islami dan berprestasi

b.
Misi:

1)
Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan Agama Islam

2)
Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar

3)
Mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal sesuai dengan talenta dan minatnya melalui proses pendidikan

4)
Melaksanakan bimbingan secara efektif pada siswa untuk melanjutkan pendidikan

5)
Meningkatkan daya saing dan kemampuan siswa ke sekolah tinggi.

6)
Meningkatkan aneksasi keterampilan dan life skill.

c.
Maksud Madrasah


Tujuan Madrasah misal bagian dari tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan bagi hidup mandiri dan mengikuti pendidikan seterusnya.


Intensi peluasan ciri khas Agama Islam lega Sekolah Menengah Islam 1 Kebumen yakni memasrahkan landasan Islami nan kokoh kiranya peserta ajar memiliki kepribadian yang kuat dilandasi oleh kredit-angka keislaman untuk urut-urutan nasib selanjutnya.

3.
Deskripsi Akademik

SMA Daerah……….. merupakan madrasah minimum jompo di Eks Karesidenan Kebumen. Sehingga menjadi utama untuk menyampaikan deskripsi keakademikan, utamanya dalam penerapan kurikulum bermula awal pendirian sampai kini. Berikut cerminan keakademikan di SMA Daerah………..:

a.
Periode 1977-1987


Plong masa ini SMA Negeri……….. dikepalai Bp. H. A. Ruslan, BA dan pada kepemimpin ini terjadi 2 kali pemberlakuan kurikulum, yaitu:

1)
Kurikulum 1975, dalam kurikulum ini terdapat dua program seleksian penjurusan yaitu IPA dan IPS.

2)
Kurikulum 1984, dalam kurikulum ini terdapat 4 acara penjurusan yaitu:

a)
A1: Ilmu-mantra Religiositas

b)
A2: Ilmu-ilmu Fisika

c)
A3: Ilmu-ilmu Sosial

d)
A4: Ilmu-linguistik

b.
Waktu 1987-1997


Pada perian ini estafet kepemimpinan beralih kepada Bp. Jazid, BA. Pada perian 1990 dengan Pertinggal Keputusan Menteri Agama RI No. 138 Tahun 1990 dibuka MAPK (Madrasah Aliyah Program Khusus) dengan kurikulum 70% muatan Agama, 30 % kewajiban Umum. Puas tahun sediakala dibukanya program ini namun menyepakati 40 siswa putra. SK Dirjen Binbaga Islam No. E/PP.006/K/935/93 MAPK membuka kelas buat putri. Pada kepemimpinan Bp. H. Jazid, BA pun diberlakukan 2 kurikulum yaitu kurikulum 1984 dan kurikulum 1994. Kegiatan ekstrakurikuler pada waktu itu antara lain: KIR (Karya Ilmiah Remaja), Marching Band, pramuka, teater, dan tilawah Al-Qur’an.

c.
Periode 1997-2002


Periode ini lari beranting kepemimpinan berpindah kepada Bp. Drs. H. Abd. Salim M. Ag. Pada periode ini memberikan penekanan pada aspek perkembangan dan hadiah bekal kepada anak, di samping momongan menguasai pure science (pengetahuan tahir) juga anak asuh diharapkan memiliki life skill nan sepan, sehingga lepasan Sekolah Semenjana Selam 1 Kebumen siap bersaing di latar keterampilan setelah lulus kemudian hari. Maka terbit itu SMA Negeri……….. sekali lagi menyelenggarakan workshop kegesitan. Program tambahan ini bersifat ekstrakurikuler. Program kecekatan tersebut menghampari maintenance and repair computer (proteksi dan perombakan komputer jinjing), kesekretariatan, tata busana, komputer jinjing. Pula kegiatan ekstrakurikuler yang sudah suka-suka sebelumnya antara lain pramuka, PMR, KIR, teater, rebana, grup musik dan sebagainya.

d.
Musim 2002-2010


Periode ini kepemimpinan dijabat oleh Bp. Drs. Agus Hadi Susanto yang merupakan estafet semenjak dari kepemimpinan Bp. Drs. H. Agus Salim, M. Ag yang masa ini menjabat sebagai atasan MAN 2 Kebumen.


Tahun pelajaran 2004/2005 diberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang selanjutnya disempurnakan berangkat tahun ajaran 2007/2008 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Madrasah juga diberi kewenangan kerjakan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan kawasan sendirisendiri. Dalam susuk meningkatkan kualitas pesuluh yang diterima di PTN. Kemudian puas waktu yang setolok SMA Negeri……….. kuak acara Boarding School buat peserta asuh di MA Umum diasramakan dan mendapat jam pelajaran apendiks sesuai ketentuan yang berperan. Program ini bagaikan solusi jitu untuk pembentukan perilaku (shapping behavior) melainkan bikin terciptanya budaya akademik every time pada murid didik yang gelojoh tergerak melakukan avontur intelektual (intellectual journey) baik di sekolah atau di tumpangan.

e.
Periode 2022-2020


Periode ini kepemimpinan ki berjebah di bawah komando Bp. Drs. Hariyadi Purwanto, M. Ag. Puas masa ini menentang masih melanjutkan program-program kepemimpinan sebelumnya dan eksploitasi kurikulumnya pada musim 2022-2020 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sehingga madrasah diberi kewenangan cak bagi mengembangkan kurikulumnya seorang. Wanti-wanti pembelajaran juga disampaikan melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sesuai tuntutan dan perkembangan zaman.


Pada perian ini keakademikan sekolah mengembangkan kurikulum nan mengacu sebesar-besarnya kepada urut-urutan anak secara sesudah-sudahnya. Selain menempa anak pada aspek ilmu manifesto murni (pure science) sekali lagi pada aspek life skill, seperti keterampilan komputer jinjing, menjahit, dan kesekretariatan. Lega hari 2022 ini digalakkan sosialisasi tentang Kurikulum 2022 nan baru-plonco ini diprogramkan oleh Departemen Pendidikan Kewarganegaraan. Para tenaga pendidik disiapkan secara dini dan matang bikin menyambut implementasi Kurikulum 2022 di SMA Negeri……….. sreg tahun ilham 2022/2015.

4.
Deskripsi SDM Madrasah

a.
Data SDM SMA Negeri………..

Spesifikasi
Pendidikan
Jumlah


SMP
SMA
D3
S1
S2

PNS



57
18
75

GTT


1
30
3
34

Total


1
87
21
109

b.
Guru dan Karyawan

Hawa dan karyawan di Sekolah Menengah Selam 1 Kebumen mempunyai profil misal berikut:

1)
Punya wawasan keilmuan yang luas serta profesionalisme dan darmabakti yang tinggi.

2)
Selalu menampakkan diri ibarat koteng mukmin dan mukmin di mana saja ia berharta.

3)
Memiliki kemampuan penalaran dan ketajaman berpikir ilmiah nan hierarki.

4)
Berdisiplin panjang dan selalu mematuhi kode kesusilaan guru.

5)
Kreatif, dinamis, dan inovatif internal pengembangan keilmuan.

6)
Berwawasan luas dan bijak dalam menghadapi dan tanggulang masalah.

7)
Punya kesadaran yang tinggi di n domestik bekerja yang didasari maka dari itu niat beribadah dan cak acap berupaya meningkatkan kualitas diri.

8)
Memiliki kemampuan antisipatif perian depan dan bergaya proaktif.

c.
Murid

Siswa dan siswi SMA Negeri……….. memiliki biografi favorit yang beriman dan bertaqwa. Beberapa kriteria yang tercermin adalah:

1)
Berakhlaqul karimah

2)
Memiliki penampilan sebagai seorang mukmin nan ditandai dengan kesederhanaan, keapikan, patuh, dan penuh percaya diri

3)
Haus dan cerbak ilmu amanat

4)
Disiplin tataran

5)
Kreatif, inovatif, dan berpandangan jauh ke depan.

6)
Unggul kerumahtanggaan keadaan keilmuan

7)
Dewasa intern menuntaskan barang apa persoalan

8)
Memiliki kewiraan, kebebasan, dan kejujuran.

5.
Deskripsi Program Madrasah

Sekolah Medium Islam 1 Kebumen merupakan keseleo satu madrasah terbaik dan percontohan di Kebumen. Hal ini terbukti dengan berbagai program favorit yang dilaksanakan di madrasah tersebut. Beberapa programnya antara lain:

a.
MA Program Individual

Acara Khusus Keagamaan merupakan salah satu program favorit nan ada di SMA Area………… Kekhususan Program ini terdapat intern privat tiga hal. Pertama, Sistem seleksi yang ketat dan mempersyaratkan kemampuan kemampuan akademik tinggi (nilai murni mapel agama minimal 7, nilai matematika dan bahasa Inggris minimum 6, dan diutamakan nan menduduki rangking 1 s/d 10 di kelas). Kedua, Sistem pondok pesantren (Islamic Boarding School ), di mana semua petatar harus tinggal di saung/asrama di bawah penapisan pembina sepanjang 24 jam. Ketiga, Bahasa Pengantar, di mana bagi semua indra penglihatan tuntunan agama bahasa pengantar internal KBM, kiat pencahanan, dan referensi serta pengecekan evaluasi menggunakan bahasa Arab.

Program ini pada awal berdirinya bernama Madrasah Aliyah Program Singularis (MAPK). MAPK didirikan berlandaskan Keputusan Menteri Agama No. 73 waktu 1987. Program ini didirikan sebagai koreksi atas pendidikan Islam, terutama di bidang aji-aji-ilmu agama, yang tidak dapat menghasilkan sarjana atau ulama yang mempunyai kompetensi pas. Peristiwa ini bisa dilihat dari banyaknya jauhari Agama Islam yang enggak boleh membaca kitab asfar dan tidak mengendalikan bahasa Arab. Untuk itu, maka para ahli pikir pendidikan Islam plong tahun itu terutama para jamhur merasakan pentingnya meningkatkan mutiara pendidikan di Perguruan Hierarki Islam dengan menyiapkan calon input yang berkualitas. Kerjakan itulah maka didirikan Madrasah Aliyah Programa Khusus yang desain untuk melahirkan lulusan yang disiapkan menjadi input IAIN dan Perguruan Jenjang Selam lainnya.

Visi MAPK adalah berprestasi internal iman dan ilmu. Bakal sampai ke visi tersebut beberapa indikatornya adalah:

1)
Bertaqwa kepada Allah SWT, menjalankan segala perintah dan menjauhi barang apa larangan-Nya.

2)
Mempunyai khuluk menyeret, bonafide, berlambak, inovatif, dan bertanggungjawab.

3)
Memiliki independensi dan motivasi buat belajar dan berprestasi.

4)
Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa Arab secara lisan dan tulisan.

5)
Menguasai teknologi informasi dan komunikasi.

6)
Congah berlomba buat memasuki perguruan jenjang terkemuka di n domestik atau luar area.

Satu bahasa dengan visi tersebut maka bagi menjabarkannya disusun misi dari MAPK umpama berikut:

1)
Menumbuhkembangkan lingkungan dan perilaku religius sehingga peserta didik  dapat menghayati dan mengerjakan agama Islam secara nyata.

2)
Menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas kerjakan menumbuhkembangkan kemampuan nanang aktif, kaya, dan inovatif.

3)
Melaksanakan kegiatan pengembangan diri bagi melebarkan potensi siswa secara optimal sesuai dengan minat dan bakatnya.

4)
Melaksanakan bimbingan secara efektif lega siswa bakal menumbuhkan kemandirian dan cemeti untuk belajar dan berprestasi

5)
Menciptakan mileu yang kondusif bikin praktek bahasa Arab dan Inggris.

6)
Mengembangkan penaklukan teknologi kabar dan komunikasi sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan global.

7)
Melaksanakan bimbingan untuk meningkatkan kiat saing dan kemampuan siswa ke perguruan tinggi dalam daerah maupun luar negeri.

N domestik aspek kurikulum, desain kurikulum MAPK terdiri dari 70% guna-guna-ilmu keislaman dan 30% hobatan pengetahuan umum. Program ini didesain untuk menyiapakan peserta didik yang memiliki integritas keislaman dan kemampuan aji-aji-ilmu keislaman nan memadai kelebihan melanjutkan ke PT Islam baik di dalam maupun di luar negeri. Komponen pengembangan kurikulum menghampari empat bidang pengembangan yakni:

1)
Bidang pengembangan pendidikan karakter, menutupi: pendidikan aqidah dan akhlak, pendidikan kewarganegaraan, bahasa dan sastra Indonesia.

2)
Meres akademik, meliputi: guna-guna-guna-guna pan-ji-panji dasar, mantra-aji-aji sosial radiks, qur’an hadits, fiqh dan ushul fiqh, kata tambahan dan ilmu tafsir, hadits dan ilmu hadits, mantra burung, SKI, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.

3)
Latar peluasan keterampilan dan seni, menutupi: pendidikan bodi dan latihan jasmani kesehatan, TIK, dan kesenian.

4)
Rataan pengembangan keunggulan madrasah, membentangi: pengembangan bahasa Arab, ekspansi bahasa Inggris, analisis kitab, tahfizh Al-Qur’an, tahfizh Al-Hadits, dan pengantar penelitian.

b.
Boarding School

Program Boarding School merupakan jawaban atas kegelisahan awam akan rendahnya sendi gigi asu lulusan madrasah aliyah privat aneksasi kursi di PTN mahajana ternama baik menerobos jalur darmasiswa maupun kempang tes. Program ini menekankan pendalaman materi-materi dasar keilmuan (Matematika, Fisika, Ilmu pisah, Ilmu hayat, bahasa Inggris dan Komputer), yang dalam prosesnya dipersiapkan khusus buat menjuarai even-even olimpiade. Ruh keagamaan konstan dipertahankan intern amaliah-amaliah dan sunnah mes. Keseimbangan dalam kompetensi keyakinan dan keilmuan menjadi dasar pemikiran (kamil) program ini, sehingga ke depannya peserta didik diharapkan memiliki kapabilitas yang sepan kerumahtanggaan menafsirkan ayat-ayat kauniyah bersinergi dengan wahi-ajaran illahiah. Sehingga siap berlaku andai intelektual muslim dalam palagan dakwah melangkaui penguasaan ilmu proklamasi, teknologi, dan seni.

Peserta asuh wajib lewat di penginapan sejauh masa pendidikan. tak amung-semata kerjakan pembentukan perilaku (shapping behavior), melainkan untuk terciptanya budaya akademik everytime plong siswa ajar yang selalu ki terdorong berbuat penjelajahan intelektual (intelectual journey) baik di sekolah alias di asrama. Desain kegiatan disusun sedemikian rupa untuk maksud tersebut, tercatat fasilitas laboratorium mini dan kesiapan internet di asrama. Gambaran aktivitas harian petatar Programa Boarding School adalah umpama berikut:

No.
Waktu
Kegiatan Penelaahan
Pemberitaan

1
04.45-05.00
– Tilawatil Qur’an
Kerubungan

2
05.00-06.00
– Pengembangan Kosa kata Arab dan Inggris

-Conversation Arab atau Inggris
Gerombolan

Kerubungan

3
07.00-13.30
– KBM Pagi
Kurikuler tercantum

4
14.00-16.30
– Les Siang
Mafikib, TI, dan Inggris

5
18.15-19.15
-Pengembangan Vocab

– Khitobah

– Kajian Keislaman

Klasikal

Gerombolan

Klasikal

6
20.00-22.00
– Belajar mandiri/ kelompok
Terasuh

c.
Workshop

Salah satu potensi yang ada di SMA Kewedanan……….. adalah Acara Keterampilan. Program ini diadakan adalah untuk menjawab adanya hambatan bagi alumnus SMA Negeri……….. untuk bisa berperan di masyarakat khususnya bakal pelajar yang tidak melanjutkan ke jenjang perkumpulan. Kesulitan ekonomi merupakan penyebab termulia kendala tersebut.

Sejak tahun 1999 SMA Daerah……….. sudah berupaya mengangkat permasalahan ini pada paradigma dan wawasan pengembangan Madrasah ditingkat Nasional dan pada 2001 mulai menunggangi sarana pengajaran yang didapat dari bantuan IDB yang seluruh Indonesia terdapat 82 Madrasah dengan 27 Acara spesialisasi yang dipersiapakan. Tentang Acara nan suka-suka di SMA Negeri……….. menghampari: Programa Tata Busana, Program Maintenance and Repair Computer dan Kesekretarisan yang dilaksanakan plong siang sebatas sore musim, yaitu setelah pada pagi harinya memufakati pendidikan reguler sebagaimana pada petatar lainnya.

Murid pesuluh kegesitan ini setiap kelas terdapat 16-20 siswa plong masing masing program , dengan instruktur sebanyak 6 orang baik tetap alias tidak teguh.

Ekspansi kurikulum program workshop mengacu pada model kurikulum SMK yang antara enggak ialah dengan mengalokasikan kurikulum keterampilan nan sudah terserah, kemudian dimodifikasi dan disesuaikan seperti sekolah umum kejuruan pada umumnya yaitu dengan menambahkan mata tutorial penjurusan, seperti:

1)
Kerjakan acara Kesekretarisan dengan menambah bahasa  Inggris, bahasa Indonesia, PPKN, matematika, ekonomi, akuntansi, kewirausahaan, dan ilmu-ilmu sosial lainnya serta ilmu-guna-guna keagamaan nan sebagaimana kebanyakan diajarkan di mileu madrasah yaitu dengan bahara mantra keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah awam lainnya.

2)

Untuk program M & R Computer dengan menambahkan bahasa Inggris, bahasa Indonesia, PPKN, ilmu hitung, fisika, kewirausahaan dan tidak-lain serta ilmu-ilmu keagamaan yang sebagaimana galibnya diajarkan di mileu madrasah yaitu dengan muatan ilmu keagamaannya lebih banyak dibandingkan dengan sekolah masyarakat lainnya.

3)
Untuk program Tata Busana dengan menambah bahasa Inggris, bahasa Indonesia, PPKN, matematika, ilmu hayat, kimia, akuntansi, kewirausahaan, aplikasi komputer, dan lainnya serta hobatan-guna-guna keagamaan yang sebagaimana lazimnya diajarkan di lingkungan madrasah yaitu dengan pikulan ilmu keagamaannya kian banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya.

Pengembangan paradigma penelaahan dan evaluasi yang dilaksanakan di acara workshop adalah: 1) Siswa diberikan modul tiap-tiap suatu daya bahasan yang terdiri dari sub-sub pokok bahasan atau mengambil bertambah dari satu pokok bahasan menurut kemampuannya masing-masing. 2) Siswa mempelajari dengan berdasarkan teori nan sudah lalu diberikan sebelumnya. 3) Siswa berbuat/memecahkan tugas menurut job sheet sendirisendiri kemudian siswa mengendalikan menurut kreatifitas dan persepsinya masing-masing. 4) Hasil pecah kreatifitas masing-masing murid diperiksakan kepada instruktur dan instruktur yang akan memberikan evaluasi setakat petatar tersebut khusyuk mengerti serta hasilnya sesuai dengan yang diharapkan menurut kurikulum atau job sheet.

6.
Deskripsi Lingkungan Fisik Madrasah

Sebelum membahas tentang sarana dan prasarana tubuh yang ada di SMA Negeri……….. berikut disampaikan identitas madrasah misal berikut:

Nama Madrasah
Sekolah Menengah Islam 1 Kebumen

No. Statistik  Madrasah
311 337 000000000000

Perkembangan dan Nomor
Jl. Sumpah Jejaka No. 25

Desa/Kelurahan
Kadipiro

Kecamatan
Banjarsari

Daerah tingkat Menengah
Kebumen

Kode Pos
57136

Telepon-Faximile
(0271) 85000000

Akreditasi
A

Surat Keputusan/SK
No. 80 Tanggal 21 Juli 1967

Penerbit SK
Menteri Agama RI

Organisasi Koordinator
Pemerintah

Dalam bagan menunjang kemenangan pendidikan, SMA Distrik……….. berupaya secara bertahap cak bagi melengkapi ki alat-prasarana pendidikannya. Hingga tahun 2022 ini, SMA Negeri……….. mutakadim memiliki ruang belajar nan representatif, Laboratorium IPA (Biologi, Fisika, Kimia), Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Internat, Ruang Kesigapan, dan sarana penunjang lainnya. Tanah dan gedung SMA Area……….. seluruhnya seluas 9668 m2; 5518 m2 digunakan perumpamaan bangunan; 4629 m2 digunakan sebagai halaman dan taman; 178 m2 digunakan sebagai lapangan olahraga. Mengenai perhitungan konstruksi SMA Negeri……….. adalah bagaikan berikut:

No.
Jenis Urat kayu
Jumlah
Luas (m2)

1
Ruang kelas
30
1720

2
Ulas persuratan
1
112

3
Ruang superior madrasah
1
88

4
Pangsa guru
2
144

5
Ruang BP/BK
1
56

6
Urat kayu TU
2
160

7
Ruang praktek Kimia
1
90

8
Ruang praktek Fisika
1
90

9
Ulas praktek Biologi
1
90

10
Urat kayu laboratorium bahasa
2
150

11
Ulas UKS
2
20

12
Ruang praktek komputer
2
136

13
Ruang OSIS
1
20

14
Urat kayu ibadah/mushola
1
35

15
Pos penjaga madrasah pangsa kesigapan
1
5

16
Ulas keterampilan
2
670

17
Kamar bersiram/WC suhu
5
10

18
Kamar mandi/WC siswa
5
10

B.
Rencana Program

Dalam kegiatan PPL ada dua kegiatan pusat yang akan dilaksanakan yakni kegiatan teaching dan non-teaching. Kegiatan teaching secara halal berupa temu duga dengan guru pamong, pembuatan RPP, kegiatan penelaahan di dalam kelas, dan kegiatan evaluasi pembelajaran. Padahal untuk kegiatan non-teaching aktual kegiatan di asing pembelajaran meliputi kegiatan menjaga piket Barat, piket Timur, perpustakaan, ruang TU, dan ruang BP/BK. Selain itu kembali kegiatan lain yang berbimbing dengan madrasah seperti kooperasi kegiatan OSIS, PMR, Pramuka, dan lainnya. Semua kegiatan non-teaching tergantung inisiatif mahasiswa praktikan dan program-program dari sekolah.

Adapun beberapa rencana kegiatan yang disusun yaitu:

1.
Koordinasi dengan pihak Madrasah

Pengharmonisan dilakukan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan PPL secara keseluruhan. Hal ini lagi agar tidak terjadi miss-communication antara mahasiswa praktikan dengan pihak madrasah. Dengan koordinasi yang baik diharapkan kegiatan pembayaran, pelaksanaan PPL sampai penarikan dapat berjalan dengan lancar minus galangan nan berfaedah.

2.
Observasi

Kegiatan observasi lokasi dilaksanakan sebelum mahasiswa praktikan memulai kegiatan PPL. Kegiatan observasi permulaan dilaksanakan ketika penyerahan mahasiswa PPL sesudah prosesi lumrah penyerahan selesai. Kegiatan observasi bertujuan semoga mahasiswa praktikan memahami medan yang akan dihadapi. Menginjak dari lokasi SMA Negeri……….., keadaan siswa, letak ira kelas, ruang temperatur, urat kayu piket, perpustakaan, makmal, dan semua tempatan atau ira yang terserah di SMA Negeri………… Kembali mengetahui kondisi sosial dan mileu sekeliling SMA Negeri…………

3.
Konsultasi suhu pamong

Dengar pendapat dilakukan untuk mengenal dan memahami dengan baik guru pamong. Kemudian mengkonsultasikan tentang kegiatan teaching apa saja yang harus dilakukan mahasiswa praktikan selama PPL di SMA Negeri………… Konsultasi meliputi tentang jadwal mengajar, kelas segala saja, silabus pembelajaran, pembuatan RPP, evaluasi pembelajaran, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan teaching.

4.
Rajah teaching

Mahasiswa praktikan bersama guru pamong berkonsultasi akan halnya kesepakatan jam mengajar mana saja yang digantikan oleh mahasiwa praktikan. Kemudian lagi menerima adapun materi mana saja nan harus disampaikan kepada petatar. Balasannya disepakati bahwa mahasiswa praktikan mengajar Aqidah Akhlak kelas XI dengan jadwal ibarat berikut:

No.
Hari
Jam

ke-
Mapel

Kelas
Guru Pamong

1
Senin
2

4

5
Aqidah Akhlak
XI IPA-2

XI IPS-2

XI IPS-1
Musthafa, S. Ag, M.Pd.I.

2
Selasa
4

5
Aqidah Akhlak
XI BAHASA

XI IPA-1
Musthafa, S. Ag, M.Pd.I.

3
Rabu
1

3
Aqidah Akhlak
XI IPA-2

XI IPS-2
Musthafa, S. Ag, M.Pd.I.

4
Kamis
4

6
Aqidah Akhlak
XI IPS-1

XI IPA-1
Musthafa, S. Ag, M.Pd.I.

5
Jum’at
6
Aqidah Akhlak
XI BAHASA
Musthafa, S. Ag, M.Pd.I.


Dari tabel tersebut tertentang bahwa mahasiswa praktikan berbintang terang alokasi hari mengajar Aqidah Moral kelas bawah XI sebanyak  10 jam kursus setiap minggunya.

5.
Rencana evaluasi

Evaluasi sangat terdepan dilakukan kerjakan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan. Beberapa perantaraan rencana evaluasi yang dilaksanakan bak berikut:

a)
Aspek kognitif, aspek ini digunakan kerjakan mengukur kemampuan petatar intern menangkap dan mengerti teori dan pesan pembelajaran yang disampaikan. Teknik yang digunakan yakni tes teragendakan dan testimoni lisan. Bentuknya berupa soal pilihan ganda, soal esay, dan tanya konfirmasi lisan. Instrumen menggunakan sejumlah pertanyaan, kunci jawaban, dan pedoman penilaian.

b)
Aspek psikomotorik, pada aspek ini digunakan lakukan mengeti kemampuan siswa dalam gerak dan langkah aplikatif nan berhubungan dengan implementasi teori dan pesan pembelajaran yang disampaikan. Teknik dengan memberikan tugas kelompok nyata referat, lalu mempresentasikan karenanya secara bergantian di depan inferior.

c)
Aspek afektif, aspek ini lakukan menyukat sejauh mana fiil dan akhlak positif yang telah terbentuk kerumahtanggaan diri siswa. Teknik yang digunakan adalah dengan non-test berupa pemuatan lembar pengamatan selama proses pembelajaran.

6.
Kerja sama kegiatan siswa

Partisipasi kegiatan siswa bertujuan bagaikan  bukti bahwa mahasiswa praktikan peduli dan menjawat baik terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa SMA Negeri………… Baik nan dilakukan atau dimotori maka itu pengurus OSIS, PMR maupun Pramuka. Kegiatan tersebut antara tidak berupa AROMANISKA (Propaganda Romadlon SMA Negeri………..), kegiatan pendedahan pelawat Ambalan Pramuka, dan kegiatan donor pembawaan PMR bekerjasama dengan PMI.

7.
Partisipasi kegiatan madrasah

Partisipasi kegiatan madrasah sebagai lembaga bahwa mahasiswa praktikan telah melumer dan menjadi satu bagian dengan keluarga segara SMA Negeri………… Kegiatan ini misalnya riil baku bi halal dengan dewan guru dan karyawan, jamak bi halal dengan pesuluh, kegiatan upacara 17 Agustus, apel pagi, dan kegiatan lain yang dilaksanakan maka dari itu madrasah.

8.
Tanding antar kelas bawah

Lomba antar kelas yang dilaksanakam mahasiswa PPL merupakan ibarat lembaga pengakraban mahasiswa dengan para siswa. Juga sebagai salah satu kancah bakal siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Kegiatan lomba ini faktual lomba tilawah, lomba kaligrafi, tanding menulis syair, dan lomba menulis cerita singkat (cerpen). Bagi para kampiun pemenang I, II, dan III diberikan pujian berupa hadiah sepantasnya dan pertinggal penghargaan.

Gerbang III

KEGIATAN PERSEKOLAHAN (Non-Teaching)

A.
Kegiatan Persekolahan

Selain kegiatan mengajar (teaching) sebagai kegiatan terdahulu internal PPL mahasiswa praktikan sekali lagi diwajibkan kerjakan melaksanakan praktek non-teaching yaitu segala aktivitas yang berada di SMA Negeri……….. yang membantu proses kegiatan membiasakan mengajar.

Dalam pelaksanaannya mahasiswa praktikan berkat kesempatan bikin membantu tugas bermula para hawa/pegawai yang melaksanakan kegiatan administrasi dan kegiatan penunjang lainnya di SMA Negeri………… Dalam kegiatan tersebut mahasiswa praktikan mengerjakan observasi tentang tugas dan wewenang sendirisendiri tempat. Lalu mencoba bikin belajar secara kontan dengan mempraktekkan kegiatan di masing-msing wadah sesuai tugas dan wewenangnya. Mengenai arena yang dipakai intern praktek kegiatan non-teaching yaitu perpustakaan, ruang BP/BK Barat nan satu kolom dengan UKS, ulas penyelenggaraan usaha (TU), ruang piket Barat (lobby), dan ira piket Timur.

B.
Seleksian Programa Persekolahan

Adapun penjabaran dan penjelasan kegiatan pilihan program persekolahan di masing-masing pos kegiatan non-teaching yakni sebagai berikut:

1.
Perpustakaan

Ruang perpustakaan terdapat di ubin 1 bersebelahan dengan ruang guru. Ruang perpustakaan nyaman dengan ruangan yang tulus dan himpunan resep yang lumayan lengkap. Ketua pusat perpustakaan yaitu Bp. Ali Muhson dengan dua petugas layanan jurnal adalah Dewi Purwanti dan Adik Rista Atrea.

Adapun tugas dan kewenangan bermula perpustakaan adalah laksana berikut:

a.
Membentuk rancangan kerja tahunan.

b.
Mengadministrasikan dan menginvetarisasikan ki akal-buku dan harta eigendom perpustakaan.

c.
Merencanakan pengadaan buku ataupun korban perpustakaan sehingga enggak mudah tembelang dan hilang.

d.
Mengeset dan mengefektifkan persendian dengan meminjamkan dan menarik pula serta memasrahkan kesempatan mendaras di kancah.

e.
Takhlik ordinansi atau tata tertib perpustakaan.

f.
Membangkitkan minat baca dan tulis para siswa.

g.
Mewujudkan proklamasi secara berkala.

Mahasiswa praktikan yang melakukan praktik non-teaching di bibliotek mengamalkan aktivitas misal berikut:

a.
Ta’aruf dan beramah tamah dengan penjaga perpustakaan

b.
Konsultasi akan halnya tugas, tanggungjawab, tata tertib, dan wewenang penjaga Taman bacaan

c.
Merapikan dan menata buku di rak

d.
Menyiagakan tempat baca

e.
Bersih-masif

f.
Kontributif pelayanan peminjaman sentral perpustakaan

2.
Pangsa BP

Ruang BP ada 2 bagian, yaitu yang permulaan berada di lantai 1 bersampingan dengan pangsa TU lokal Barat dan yang kedua berbenda di lokal Timur gedung paling Daksina bersebelahan dengan urat kayu inferior sementara X-2 dan X-3. Untuk BP lokal Barat dikoordinatori Bp. Sudarmadi sedangkan yang lokal Timur oleh Ibu Anna Fippiawati.

Secara garis besar tugas dan wewenang Guru BP adalah:

a.
Menyusun programa kerja BP/BK.

b.
Memberikan konseling kepada siswa nan mengalami masalah kesulitan belajar, keluarga, disiplin, dan karier.

c.
Mengumpulkan data kelahiran, nilai raport, NEM dan ponten psikotest, laporan akan halnya perkembangan sikap siswa lakukan dicatat privat kartu rekap siswa.

d.
Bekerjasama dengan ayah bunda, guru, wali kelas bawah, dan petugas lain madrasah dalam rangka memecahkan komplikasi siswa.

e.
Melaksanakan psikotest bagi petatar kelas XI dan XII.

f.
Mengadakan kegiatan kuliah yang terkait dengan pembinaan.

g.
Menciptakan menjadikan laporan bulanan.

Sementara itu bikin mahasiswa praktikan nan bertugas di BP melaksanakan hal-hal berikut:

a.
Ta’aruf dan beramah tamah dengan Kepala BP.

b.
Konsultasi tentang tugas, wewenang, dan tanggungjawab BP.

c.
Menjaga ruang BP dan UKS yang terdapat dalam suatu ruangan.

d.
Mendukung petugas BP menangani siswa siswi yang problematis.

e.
Kontributif menegur dan menertibkan petatar yang tidak mematuhi peraturan seperti menclok terlambat, rambut gondrong, berpenampilan enggak bermartabat, dan sebagainya.

3.
Ruang Manajemen Usaha (TU)

Ruang TU berada di lantai 1 lokal Barat diapit maka itu ruang Kepala Madrasah dan ruang BP. Kepala urusan sekretariat ialah pengasuh peladenan administrasi di madrasah.

Kepala TU ulas lingkup tugasnya ialah membantu Pembesar Madrasah kerumahtanggaan kejadian Keuangan, Kepegawaian, Kesiswaan, Inventaris, proteksi gedung, dan perkakas sekolah, Surat menyurat, Perpustakaan, dan Laporan-laporan.

Mahasiswa praktikan di ruang TU diberikan tanggungjawab sebagai berikut:

a.
Ta’aruf dan beramah tamah dengan petugas TU.

b.
Dengar pendapat tentang tugas, tanggungjawab, dan wewenang petugas TU.

c.
Merekap data siswa plonco di Kodifikasi SMA Negeri……….. bersendikan Nomor Induk.

d.
Membantu legalisir ijazah.

e.
Mengangkat Telepon.

f.
Menstempel sahifah.

g.
Melipatkan berkas.

4.
Ruang Piket (Lobby)

Ira piket Barat terletak di lobi yaitu ruang mula-mula nan ditemui setelah masuk gerbang domestik Barat melewati halaman SMA Kawasan………… Sedangkan di lokal Timur, ruang piket terletak di penggalan depan ruang suhu.

Mahasiswa praktikan yang bertugas di ruang piket memiliki tanggungjawab sebagai berikut:

a.
Bertaut tangan dengan ustadz, mahasiswa PPL, dan siswa siswi di pagi periode sebelum pembelajaran dimulai.

b.
Ta’aruf dan beramah tamah dengan petugas piket Barat.

c.
Konsultasi diskripsi tugas, tanggungjawab, dan wewenang piket Barat.

d.
Mengingat-ingat dan merekap jadwal mengajar guru.

e.
Mengisi sentral administrasi piket .

f.
Melakukan presensi siswa dengan berkeliling kelas bawah plong jam istirahat.

g.
Memencet bel pergantian jam les.

h.
Menyorongkan tugas dari guru yang berhalangan hadir.

i.
Menggantikan jam mengajar guru yang berhalangan hadir.

j.
Melayani pelawat.

k.
Mengurusi perijinan.

Gerbang IV

KEGIATAN PENGAJARAN (Teaching)

A.
Pelaksanaan Pengajaran

1.
Persiapan

Mahasiswa praktikan sebelum melaksanakan praktek mengajar yang pertama dilakukan merupakan mengadakan observasi di dalam kelas. Kegiatan  observasi ini untuk mengerti kegiatan berlatih mengajar yang dilakukan oleh guru permukaan studi yang internal hal ini yaitu master pamong andai penuntun pembuat perangkat KBM (satuan acara penataran dan rencana pelaksanaan pembelajaran) yang berisi: barometer kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pengajian pengkajian, indikator, materi penataran, metode dan model penataran, kegiatan pendedahan, sumber/media/organ penelaahan, dan penilaian. Sementara kerjakan persiapan-persiapan yang lain antara lain stamina tubuh yang afiat dan aneksasi seluruh elemen pembelajaran.

2.
Pelaksanaan Mengajar

Pembelajaran dimulai dengan salam pembuka dilanjutkan ta’aruf  antara siswa dan mahasiswa PPL, guru memberikan apersepsi riil manifesto pembuka akan halnya kajian kepatuhan ilmu nan akan dipelajari. Lalu dilanjutkan pemberian materi pelajaran, kemudian diikuti dengan aneksasi kelas dalam rangka penyajian materi, mengasihkan kesempatan kepada pesuluh untuk aktif n domestik proses belajar mengajar antara tak dengan menyoal dan memasrahkan pendapat dan yang terakhir mengadakan evaluasi untuk memafhumi selama mana materi yang telah dibahas bersama, dapat dikabulkan secara mendalam dan dikuasai oleh para murid.

Hal-hal yang teristiadat diperhatikan dalam pelaksanaan praktek mengajar adalah sebagai berikut:

1.
Pencaplokan materi


Dengan pencaplokan materi bahan ajar nan baik akan memperlancar proses belajar mengajar dalam kelas.

2.
Sikap dan manajemen kelas bawah

Sikap guru nan baik adalah berwibawa, tidak terlalu keras, bukan bersisa panjang usus, dan bukan monoton. Selalu mengembangkan suasana demokratis dan majuh melibatkan siswa cak bagi aktif serta menuntun siswa n domestik menyoal, mengungkapkan pendapat, saran, kritik untuk menguasai ki kesulitan. Hal ini sangat melanggar keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang efektif, makmur, dan meredakan.

3.
Penggunaan media

Media ialah salah satu alat angkut yang sangat kondusif kerumahtanggaan pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga akan tercapai tingkat efesiensi dan efektifitas yang tinggi intern penggunaan waktu dan kognisi pesuluh. Wahana yang digunakan untuk menarik perhatian pesuluh terhadap materi pembelajaran yang disampaikan guru di depan inferior, namun enggak semua pokok bahasan perlu menggunakan sarana dan  media nan dipakai enggak harus dengan harga mahal, belaka menyesuaikan. Dan kerumahtanggaan penggunaan ki alat utama bikin menyeimbangkan jenis media dengan konten materi nan akan disampaikan.

4.
Metode penataran


Penggunaan metode pendedahan sangat bermanfaat lakukan divariasikan karena dalam satu papan bawah peserta memiliki karakteristik yang berlainan. Pemilihan metode yang sesuai merupakan keseleo suatu aksi lakukan mengaktifkan kelas. Bahkan dapat diadakan satu permainan  bila diperlukan. Antara metode dan master lebih main-main guru, karena guru yang mengatur dan mengkondisikan proses berlatih mengajar di kelas. Guru akan kian baik lagi bila dalam dirinya tertancap murni diri guru nan komitmen dan profesional.

5.
Komunikasi antara guru praktikan dan siswa


Master praktikan dan siswa harus komunikatif sehingga materi yang diberikan dapat dipahami murid dengan mudah dan jelas, sehingga komunikasi terjalin sanding dan hangat tetapi tidak benar-benar. Dan untuk memaklumi kesulitan murid master memonitor pekerjaan siswa secara publik.


Dalam pelaksanaan, pertama kali guru praktikan mengajar masih didampingi maka dari itu guru pamong bagi mengantarkan praktikan diperkenalkan sreg siswa. Seterusnya guru pamong mengontrol dari birit sekalian menilai praktikan. Selanjutnya master pamong akan mengevaluasi praktikan mulai sejak segi penundukan materi, pengelolaan kelas, eksploitasi metode, sikap mengajar, gaya penyampaian materi, dan lainnya. Hasilnya guru pamong mengarahkan dan memasrahkan ajaran-petunjuk dalam proses belajar mengajar yang dapat digunakan seumpama pedoman untuk mengajar lebih baik lagi pada kesempatan lebih jauh.


Lebih jauh dilaksanakan evaluasi yang merupakan perkakas pengukur untuk mengerti tingkat pendudukan siswa terhadap materi nan telah diberikan. Selain itu evaluasi juga dapat digunakan cak bagi mengetahui tingkat keberhasilan master intern proses belajar mengajar. Evaluasi nan baik menilai tiga antap yaitu ranah psikologis, psikomotorik, dan afektif. Sedangkan instrumen yang digunakan ialah menyepadankan aspek nan dinilai. Di samping itu praktikan juga memberikan tugas buat dikerjakan di rumah dengan lembar kerja siswa dan tugas gerombolan membentuk referat yang kemudian dipresentasikan di depan kelas secara porselen. Tujuan berbunga evaluasi ialah sebagai tolok ukur bikin mengetahui hingga selama mana materi pembelajaran berbuntut disampaikan dan dapat diterima, dipahami, dan dikuasai oleh siswa.

B.
Kebobrokan dalam Pengajaran

Dalam pelaksanaan praktik penataran, praktikan menemukan beberapa permasalahan dan hambatan berpunca persuaan purwa sampai pertemuan keladak. Beberapa persoalan tersebut antara tidak:

1.
Dalam pengelolaan papan bawah belum sepan maksimal.

2.
Masih abnormal agak canggung di dalam kelas.

3.
Belum pas mahir dalam mengelola perian yang mutakadim disediakan.

4.
Dari siswa sendiri terutama kelas bawah boarding school saat jam pelajaran sering menyundak kurang tidur dikarenakan banyak aktivitas.

5.
Jam cak bimbingan yang diberikan mengalami kemunduran, akibat istirahat nan kian dari siswa koteng dan guru mapel sebelumnya yang menerjang jam setelahnya.

6.
Penguasaan materi dari praktikan yang masih kurang mendalam.

7.
Invalid efektifnya n domestik penerapan variasi metode dan media dikarenakan waktu mengajar yang sesak pendek (45 menit/persuaan).

8.
Para siswa nan kurang antusias privat mengajuk pembelajaran dikarenakan merasa materi Aqidah Akhlak tentang ilmu kalam bersisa berat.

9.
Selit belit menyerahkan pemahaman kepada siswa mengenai urgensi semua mata pelajaran, siswa cenderung kian tertarik pada indra penglihatan pelajaran pure science.

Hambatan tersebut secara normal memang pelahap muncul bagi hawa praktikan baru yang sparing pengelolaan kelas. Ditambah faktor jam mengajar praktikan yang masih rendah atau lebih lagi baru pertama mana tahu dalam kelas sebenarnya, juga siswa yang masih asing dan proses beradaptasi. Akan hanya kelainan-masalah tersebut dengan sendirinya dapat lekas terselesaikan dengan intensitas dan kuantitas mengajar yang semakin banyak, sehingga praktikan makin berpengalaman intern pengelolaan kelas.

C.
Usaha Penceraian Komplikasi Pengajaran

Seiring berjalannya waktu persoalan-permasalahan n domestik penataran bisa teratasi. Hal ini dikarenakan perolehan dari guru pamong yang senantiasa mendampingi dan mengontrol dalam setiap praktik mengajar. Juga kebulatan hati mengajar yang semakin banyak sehingga memungkinkan semakin mahir dan berpengalaman.

Sejumlah langkah yang diambil bagi tanggulang bermacam rupa masalah dalam pengajaran antara lain:

1.
Intens mengamalkan dengar pendapat dengan suhu pamong untuk perbaikan dalam setiap perjumpaan penelaahan.

2.
Terus belajar dalam tata papan bawah dengan memuati jam-jam guru nan kosong sebagai bentuk praktek pengelolaan kelas.

3.
Membangun rasa berkeyakinan diri yang tataran sehingga makin mantap dan maksimal dalam performance di depan kelas.

4.
Mewujudkan RPP dengan pembagian waktu yang jelas dan rigid sehingga gemuk memanfaatkan tahun yang minim buat hasil yang maksimal.

5.
Untuk siswa yang menyampuk di dalam papan bawah diatasi dengan cara memberikan game dan ice breaking yang cura, menarik, dan menempa. Sehingga murid menjadi asli dan senang, dengan cara ini diharapkan rasa kantuk siswa akan menghilang.

6.
Memberikan nasehat dan masukan agar siswa mengingatkan setiap guru yang mengajar melewati batas waktu mengajarnya.

7.
Kepada praktikan makin banyak pun kerumahtanggaan membaca referensi berkaitan dengan materi yang diajarkan baik positif buku induk, kunci bungkusan, dan buku lain yang relevan.

8.
Memilih metode dan sarana yang sesuai dengan takat waktu mengajar yang telah ditentukan. Merampingkan pelaksanaan metode dengan tidak mengurangi bibit tujuan penggunaannya.

9.
Memberikan pemahaman kepada siswa bahwa semua ilmu yakni berguna dan pada hakikatnya adalah mudah lakukan dipalajari, tergantung kepada karsa dan kesungguhan hati para siswa dalam mempelajarinya.

10.
Menyerahkan pemahaman kepada pesuluh bahwa semua ilmu pada hakikatnya adalah berasal dari Almalik SWT, sehingga mempunyai hoki yang sejajar buat dipelajari tanpa membeda-bedakan ilmu yang satu dengan yang lainnya.

Dengan berbagai solusi di atas diharapkan persoalan intern pembelajaran dapat diselesaikan serta penerimaan dapat melanglang dengan baik. Sehingga kegiatan praktikan privat mempraktekan teori yang didapatkan di perkuliahan benar-etis terealisasikan intern kondisi papan bawah yang berwujud.

BAB V

PENUTUP

A.
Kesimpulan

Pelaksanaan Praktik Pengalaman Alun-alun ini ialah serangkaian kegiatan yang sangat kontributif intern memperoleh pengalaman praktik teaching atau non-teaching, sehingga mahasiswa praktikan memperoleh kesempatan buat mempraktekan teori nan didapatkan di kenap perkuliahan. Di samping itu praktikan mendapatkan pengalaman berwujud akan halnya pelaksanaan proses pembelajaran dan atau kegiatan kependidikan lainnya, sehingga dapat memperalat pengalamannya sebagai bekal untuk membentuk jati diri guru yang mandiri dan cakap memiliki nilai, sikap, maklumat, dan keterampilan perumpamaan tenaga kependidikan profesional.

Kegiatan belajar mengajar dalam kelas merupakan sarana utama bagi mahasiswa praktikan, di mana internal kegiatan ini mahasiswa perumpamaan primadona pendidik, penyedia, dan mediator dituntut untuk mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya berkenaan dengan apa sesuatu yang bersambung dengan proses belajar mengajar.

B.
Saran

Beberapa saran sepanjang pelaksanaan PPL antara lain:

1.
SMA Area……….. perlu mengoptimalkan segala potensi yang ada untuk menciptakan menjadikan madrasah yang mampu bersilaju di era mendunia.

2.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan seyogiannya semakin menyetarafkan kurikulum dengan kurikulum nan baru sehingga mampu memenuhi tuntutan zaman yang semakin kegandrungan.

3.
Siswa-siswi SMA Negeri……….. perlu adanya lecut yang tinggi bakal belajar nan rajin dan giat, terutama dari siswa asrama putra. Sehingga tercipta generasi yang cerdas dan kreatif.

4.
Penyediaan teks-referensi yang lebih banyak dan komplit lagi di perpustakaan SMA Negeri……….., sehingga bermanfaat dalam pengayaan materi yang lebih luas.

Pembaca yang budiman, kalau Engkau merasa bahwa artikel di blog ini bermanfaat, silakan bagikan ke kendaraan sosial lewat tombol share di bawah ini:

Source: https://www.anekapendidikan.com/2020/11/contoh-laporan-ppl-praktik-pengalaman-lapangan-di-sekolah-sd-mi-smp-mts-sma-ma.html