Alasan Mengapa Kecepatan Reaksi Dipelajari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia netral

Pembakaran kusen merupakan pelecok suatu reaksi dengan lampias reaksi cepat.

Laju reaksi
adalah persilihan sentralisasi reaktan ataupun produk saban satuan masa. Kuantitas laju reaksi dilihat dari ukuran cepat lambatnya satu reaksi kimia. Laju reaksi mempunyai runcitruncit M/s (Molar per detik).[1]
lancar reaksi maupun kecepatan reaksi menyatakan bahwa banyaknya reaksi kimia yang berlanjut per satuan hari. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut intern reaksi nan dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi adalah contoh reaksi kimia lambat nan dapat berlangsung sepanjang beberapa hari, padahal peledakan mesiu atau kembang jago merah adalah konseptual reaksi yang cepat. Sreg sebagian besar reaksi, laju reaksi akan semakin berkurang seiring dengan berlangsungnya reaksi. Laju reaksi dipelajari maka dari itu cabang guna-guna kimia yang disebut kinetika kimia.

Definisi lazim

[sunting
|
sunting sumber]

Lancar reaksi didefinisikan sebagai proses berubahnya konsentrasi per satuan perian. Lancar reaksi memiliki konstanta yang sangat bergantung pada master reaksi.[2]

Sebuah reaksi ilmu pisah boleh ditulis menggunakan rumus:





a
A
+
b
B



c
C
+
d
D


{\displaystyle aA+bB\rightarrow cC+dD}



Dari reaksi kimia tersebut, bisa diketahui
a,
b,
c, dan
d
adalah koefisien reaksi, dan A, B, C, dan D adalah zat-zat yang terlibat kerumahtanggaan reaksi. Lancar reaksi dalam satu sistem terkatup dinyatakan menggunakan rumus





v
=





1
a





d
[
A
]


d
n



=





1
b





d
[
B
]


d
lengkung langit



=


1
c





d
[
C
]


d
t



=


1
d





d
[
D
]


d
t





{\displaystyle v=-{\frac {1}{a}}{\frac {d[A]}{dt}}=-{\frac {1}{b}}{\frac {d[B]}{dt}}={\frac {1}{c}}{\frac {d[C]}{dt}}={\frac {1}{d}}{\frac {d[D]}{dt}}}



dengan [A], [B], [C], dan [D] menyatakan konsentrasi zat-zat tersebut. Melalui rumus tersebut, diketahui bahwa laju reaksi mempunyai satuan mol/L/s.

Faktor yang memengaruhi lancar reaksi

[sunting
|
sunting perigi]

Lampias reaksi dipengaruhi oleh bilang faktor, antara lain

Orde reaksi

[sunting
|
sunting sendang]

Orde reaksi atau tingkat reaksi terhadap suatu onderdil ialah tahapan dari konsentrasi komponen tersebut dalam hukum laju. Pemfokusan merupakan pelecok satu faktor yang bisa mempersering laju reaksi.[3]

Luas permukaan senggol

[sunting
|
sunting sendang]

Luas permukaan sentuh memiliki peranan nan dulu penting, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu kembali, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin katai cak bertubrukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi kembali semakin kecil. Karakteristik lempengan yang direaksikan juga masuk berpengaruh, yaitu semakin halus lembaran itu, maka semakin cepat perian yang dibutuhkan bikin bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama masa yang dibutuhkan cak bagi bereaksi.

Suhu

[sunting
|
sunting mata air]

Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi nan berlantas dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tabrakan yang terjadi semakin sering, menyebabkan lancar reaksi semakin samudra. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka atom semakin tidak aktif, sehingga laju reaksi semakin mungil.

Suhu merupakan properti fisik dari materi nan kuantitatif mengungkapkan gagasan umum dari menggiurkan dan adem.

Katalis

[sunting
|
sunting perigi]

Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan kerumahtanggaan reaksi tetapi bukan sebagai pereaksi atau produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung bertambah cepat alias memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis meluangkan suatu jalur saringan dengan energi aktivasi yang bertambah rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

Katalis dapat dibedakan ke intern dua golongan penting: katalis homogen dan katalis beraneka ragam. Katalis bermacam-macam yakni katalis yang ada dalam fase farik dengan pereaksi kerumahtanggaan reaksi yang dikatalisinya, padahal katalis homogen berkecukupan dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana bikin katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyenggangkan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (alias substrat) bagi provisional terjerat. Ikatan intern substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk yunior. Afiliasi atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya sungkap.

Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu maupun makin pereaksi untuk takhlik suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk dagangan penghabisan reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema publik reaksi katalitik, di mana C merepresentasi katalisnya:





A
+
C



A
C


{\displaystyle A+C\rightarrow AC}




… (1)





B
+
A
C



A
B
+
C


{\displaystyle B+AC\rightarrow AB+C}




… (2)

Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, tetapi selanjutnya dihasilkan kembali makanya reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi:





A
+
B
+
C



A
B
+
C


{\displaystyle A+B+C\rightarrow AB+C}



Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara tak riil katalis Ziegler-Natta yang digunakan bakal produksi masal polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis nan paling dikenal merupakan proses Haber, yaitu sintesis amonia menggunakan metal konvensional sebagai katalis. Konverter katalitik nan dapat menghancurkan dagangan emisi kendaraan yang minimum sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.

Molaritas

[sunting
|
sunting sumber]

Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin samudra molaritas suatu zat, maka semakin cepat satu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas nan minus suatu reaksi akan bepergian bertambah lambat daripada molaritas yang tinggi.

Konsentrasi

[sunting
|
sunting sendang]

Karena pertepatan laju reaksi didefinisikan intern rajah konsentrasi reaktan maka dengan naiknya pemfokusan maka naik sekali lagi kepantasan reaksinya. Artinya semakin tahapan sentralisasi, maka semakin banyak molekul reaktan nan tersaji, dengan demikian peluang berantem akan semakin banyak sekali lagi sehingga kepantasan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat sekali lagi laju reaksinya.[4]

Paralelisme laju reaksi

[sunting
|
sunting sumur]

Cak bagi reaksi kimia ibarat berikut:





a
A
+
b
B



p
P
+
q
Q


{\displaystyle aA+bB\rightarrow pP+qQ}



asosiasi antara laju reaksi dengan molaritas adalah






v
=
k
[
A

]

lengkung langit


[
B

]

m




{\displaystyle \,v=k[A]^{lengkung langit}[B]^{m}}



dengan:

  • V = Laju reaksi
  • k = Konstanta laju reaksi
  • m = Orde reaksi zat A
  • n = Orde reaksi zat B

Orde reaksi zat A dan zat B semata-mata bisa ditentukan melalui percobaan.

Teks

[sunting
|
sunting perigi]


  1. ^


    Suarsa, I. W. (2017).
    Teori Cak bertubrukan Pada Laju Reaksi Ilmu pisah
    (PDF). Denpasar: Jurusan Ilmu pisah Fakultas Matematika dan Ilmu Permakluman Tunggul Sekolah tinggi Udaya. hlm. 1.





  2. ^


    Purba, E. dan Khairunisa, A. C. (2012). “Kajian Awal Laju Reaksi Fotosintesis untuk Penyerapan Gas CO2 Menggunakan Mikroalga Tetraselmis Chuii”.
    Persekongkolan Proses.
    6
    (1): 8.





  3. ^


    Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (2004).
    Laju Reaksi
    (PDF). Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktoran Jenderal Pendidikan Radiks dan Menengah Departemen Pendidikan Kebangsaan. hlm. 11.





  4. ^


    “Altering factors – Controlling the rate – Higher Chemistry Revision”.
    BBC Bitesize
    (internal bahasa Inggris). Diakses rontok
    2022-06-05
    .




Bacaan kian lanjur

[sunting
|
sunting sumber]

  • Johari, J.M.C. (2007).
    Ilmu pisah 2 SMA dan MA Buat Kelas bawah XI. Jakarta: Esis/Erlangga. ISBN 974-734-720-6.



    (Indonesia)



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Laju_reaksi