Aktivitas Pembelajaran Atletik Jalan Cepat

Liputan6.com, Jakarta –
Jalan cepat mungkin terlihat mudah bagi sebagian orang. Sebab, aktivitas ‘berjalan’ merupakan usaha yang dilakukan manusia setiap harinya.

Hanya, kelihatannya taksir, jalan cepat nyatanya tidak semudah yang dibayangkan. Sport perkembangan cepat memiliki sejumlah aturan nan harus dipatuhi dan peraturan ini dapat menjadi tantangan tersendiri.

Bila dibandingkan dengan olahraga lari, terwalak perbedaan khas yang cukup signifikan antara sport lari dan olahraga kronologi cepat. Cak agar, kedua olahraga ini separas-sama tertulis ke internal silang latihan jasmani atletik.

Jikalau olahraga lari, terletak ketika dimana kedua kaki dapat melantur di udara. Sementara, puas olah tubuh jalan cepat, tidak berlaku hal tersebut. Pasalnya, dalam olahraga jalan cepat, salah satu kaki harus tetap hingga ke atau start ke tanah.

Disisi lain, ketika melakukan olahraga jalan cepat, seluruh jasmani bukan boleh terasa kaku. Tambahan pula puas bagian pinggul, sebab bagian ini menjadi penentu utama gerakan olahraga jalan cepat. Semakin nyaman dan rileks babak bokong, maka olahraga jalan cepat dapat dilakukan dengan hipotetis.


* Fakta atau Hoaks? Lakukan mengetahui keabsahan informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 saja dengan ketik pembukaan kunci nan diinginkan.

Denotasi Jalan Cepat

Dikutip dari buku
Pendidikan Fisik, Olahraga, dan Kesehatan
(2017) karya Pengungsi, pengertian jalan cepat adalah gerak berbudaya langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah patuh terpelihara dan tidak terputus.

Tentatif, menurut
Kamus Samudra Bahasa Indonesia, pengertian jalan cepat adalah olah tubuh yang termasuk ke dalam silang olahraga atletik. Jalan cepat dapat dilakukan dengan kaidah melangkah secara cepat ke depan, tetapi langkah kaki tersebut tak dapat terputus dan hingga ke lahan.

Sejarah Jalan Cepat

Melansir laman resmi
Olympics, sejarah urut-urutan cepat diyakini berasal berbunga era Victoria (1837-1901). Pada era tersebut, ada sebuah perlombaan dimana seorang suami-junjungan (yang belum menikah) akan berlari dan/atau berjalan di samping seorang pelatih.

Junjungan-laki yang disebut
footmen
ini kemudian menjadi ajang taruhan para bangsawan yang hidup pada zaman tersebut. Para bangsawan nantinya akan memilih ingin menjagokan
footmen
nomor berapa.

Meski tercantol sebagai ajang gambling, cuma kegiatan ini mulai dikenal luas. Tercatat, pada akhir abad Ke-19, jalan cepat telah dikenal di Amerika Sekutu. Belaka, di Negeri Paman Sam ini, perkembangan cepat serius diperlombakan secara sungguh-sungguh.

Bahkan trek yang ditempuh bukan main jauhnya, tercatat para petatar nan mengikuti kompetisi ini harus menempuh jarak 1.000 km. Tapi, perlombaan ini dilakukan di privat ruangan, sehingga peserta lomba perkembangan cepat hanya mengitari trek setakat 1.000 km.

Temporer, di ajang resmi Olimpiade, jalan cepat mulai diperlombakan pada Olimpiade Amerika Serikat 1904. Cuma, waktu itu, sayembara jalan cepat tak ngeri sendiri, tetapi teragendakan ke dalam olahraga decathlon.

Teknik Bawah Jalan Cepat

Teknik Awalan (Start)

Teknik anju merupakan teknik nan dilakukan sebelum memulai kronologi cepat. Internal teknik langkah ini, sejatinya tidak terserah gerakan khusus, yang penting seluruh murid ngeri di belakang garis start. Janjang kerumahtanggaan mengamalkan teknik langkah di olahraga jalan cepat adalah bagaikan berikut:

  1. Peserta harus menunggu aba-aba “bersedia” di pinggul garis start
  2. Peserta harus menepatkan kaki kiri tepat di belakang garis berangkat dan suku kanan ditempatkan di belakang suku kiri
  3. Kemudian, badan harus dicondongkan ke depan dan kedua tangan harus n domestik posisi rileks
  4. Ketika mendengar “bunyi beceng” atau aba-aba “ya” dari petugas, maka mulai langkahkan suku kanan terlebih lampau cak sambil diimbangi dengan ayunan tangan serta belakang yang rileks

Teknik Posisi Badan

Teknik lebih lanjut merupakan mengenai posisi badan momen berbuat jalan cepat. Posisi awak ini cukup berpengaruh terhadap keefektifan jalan cepat. Sebab, posisi badan yang baik akan mempercepat pergerakan jalan cepat.

Sudahlah, sikap atau posisi raga nan ter-hormat ketika melakukan jalan cepat adalah posisi fisik harus menghadap ke depan, siku dilipat setakat membentuk 90 derajat, dan ayunan lengan serta anju kaki harus seirama.

Selanjutnya

Teknik Langkah Tungkai

Pasca memafhumi posisi badan yang tepat ketika berbuat latihan jasmani jalan cepat, teknik lebih lanjut adalah teknik persiapan kaki. Langkah kaki nan moralistis saat melakukan jalan cepat adalah memfokuskan rumpil fisik di bagian paha.

Sebab, paha dolan utama untuk menjaga keseimbangan dalam olahraga jalan cepat. Dimana seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, peserta urut-urutan cepat diwajibkan tetap bertumpu di atas petak pada salah satu bagian kakinya.

Kemudian, teknik persiapan kaki yang dilakukan yaitu dengan menjaga ayunan kaki seraya menekuk lutut sesuai anju yang diambil. Selain itu, putaran tungkak kaki harus mendarat terlebih habis guna menjaga kepastian posisi kaki tetap ada yang berdasar di atas tanah.

Teknik Akhiran (Finis)

Teknik terakhir dalam urut-urutan cepat ialah teknik akhiran atau finis. Teknik ini terlihat mudah tetapi kerap dilupakan oleh para pemula.

Detik peserta urut-urutan cepat menyentuh garis finis, peserta dilarang langsung nongkrong saat itu juga. Peserta dihimbau bikin tetap melakukan kampanye jalan cepat hingga lima meter dari garis finis. Setelah itu, kampanye bisa diperlambat sampai risikonya khusyuk nangkring.

Source: https://www.liputan6.com/bola/read/4890175/pengertian-sejarah-dan-macam-macam-teknik-jalan-cepat