Agar Cepat Menguasai Ilmu Yang Dipelajarinya

Tulang beragangan Dakwah CENTRIS FTI UII menyelenggarakan kajian dengan tema “Menuntut Guna-guna bakal Menggapai Ridho Allah” dengan narasumber Ustadz Kholid Haryono, M.Kom. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ali Imran 83 yang artinya, “Maka apakah mereka berburu agama yang lain semenjak agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri apa apa yang di langit dan di manjapada, baik dengan demen atau terpaksa dan tetapi kepada Allah lah mereka dikembalikan.”

Dari ayat tersebut Kholid menyodorkan bahwa apa urusan yang ada di dunia harus diniatkan cak bagi Ibadah. “Tidak ada urusan dunia semuanya adalah urusan alam baka, apapun amal kita pilihannya adalah ibadah,” ungkap dosen FTI UII itu.

Keseleo suatu bentuk ibadah adalah tekun menuntut ilmu. Islam akan melantangkan derajat orang-orang yang berilmu. Begitu pentingnya ilmu n domestik Islam sampai diperitahkan melangkaui Al-Qurán maupun hadis. “Intern Islam juga tidak boleh mendikotomikan ilmu. Semua aji-aji saling berbimbing dan tentunya semuanya kembali pada kitab Allah”, imbuhnya.

Intern satu hadis riwayat Bani Majah, menghendaki ilmu hukumnya terserah nan mengatakan fardhu netra dan fardhu kifayah. Fardhu indra penglihatan yaitu perlu hukumnya bagi setiap muslim untuk mengerjakannya. Padahal fardhu kifayah apabilah salah suatu mutakadim mengerjakan maka ringgis kewajibannya bagi nan lain.

Ia pula menambahkan, sosi kesuksesan adalah dengan dengan ilmu. “Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan bumi wajib lah memiliki ilmunya, dan barang mana tahu kepingin selamat dan berbahagia di akirat wajib lah ia memilikiilmunya pun dan produk siapa ingin keduanya wajib lah engkau mempunyai mantra kedua-duanya pula”, tegasnya.

Almalik SWT sekali lagi tidak menyuruh seluruh umat muslim berjihad di jalan perang. Jalan lain berjihad bisa dilakukan dengan cara lain selain perang yakni menuntut mantra. Ilmu enggak hanya dibiarkan serupa itu saja melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Falsafah ilmu internal Selam terbagi menjadi tiga bagian yakni mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan. Mempelajari sama dengan yang telah dibahas sebelumnya hukumnya adalah Fardhu bagi setiap muslim. Melakukan juga harus dilakukan karena ilmu yang tidak diamalkan adalah ibarat pokok kayu nan minus biji pelir. Ilmu yang sudah dipelajari akan sia-sia dan bukan suka-suka gunanya. Setelah mengamalkan disempurnakan dengan mengajarkan ilmu kepada cucu adam tidak. Tujuannya agar dapat membedakan nan benar dan riuk dalam kehidupan karena guna-guna hakikatnya yaitu validitas. (HN/ESP)

Source: https://www.uii.ac.id/keutamaan-menuntut-ilmu-dalam-islam/