5 Pertanyaan Bab 12 Pelajaran Agama Kristen K13 Smp 7

1
PENDIDIKAN PENDIDIKANAGAMA AGAMA KATOLIK KATOLIK untuk untukperguruan PerguruanTinggi Tinggi

2
Pokok Tuntun MATA KULIAH Perlu Publik PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Departemen Investigasi, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia 2022

3
ISBN

4

5

6
Tim Penyusun: Paristiyanti Nurwardani (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Hestu Yoga Saksama (Direktorat Jenderal Pajak) Salman Habeahan (Universitas Tri Sakti) Daniel Kotan (Kementerian Agama) Antonius Sinaga (Departemen Agama) Edi Mulyono (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Sanityas Jukti Prawatyani (Direktorat Jenderal Pajak) Aan Almaidah Anwar (Direktorat Jenderal Pajak) Evawany (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Fajar Priyautama (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Ary Festanto (Direktorat Jenderal Pajak) v

7

8
DAFTAR ISI SAMBUTAN… iii Kata sambutan… iv DAFTAR ISI… vi PENDAHULUAN… 1 Ki I PANGGILAN HIDUP MANUSIA MENURUT KITAB SUCI… 5 A. Siapakah Khalayak privat Kitab Nirmala… 5 B. Proses Mengamati (Pengkajian Kasus)… 6 C. Kok Hamba allah Diciptakan Menurut Gambar Tuhan… 7 D. Menalar, Menggali Argumentasi Kognisi & Hakikat Makhluk laksana Citra Tuhan Gengsi Khalayak sebagai Citra Halikuljabbar Martabat Manusia sebagai Anak Sang pencipta Martabat Manusia sebagai Pribadi Sosial E. Mengomunikasikan Panggilan dan Tugas Perutusan Insan sebagai Citra Allah F. Ringkasan G. Tugas Proyek Gerbang II RELASI MANUSIA DENGAN DIRI SENDIRI, SESAMA, Mileu, DAN TUHAN Pengantar A. Proses Menggaru Relasi Anak adam dengan Diri Sendiri, Sesama dan Tuhan B. Persoalan Bawah dalam Membangun Relasi dengan Diri Seorang, Sesama, Mileu, dan Tuhan C. Menggali Sumber dan Argumentasi Relasi Anak adam dengan Diri Sendiri, Sesama, Lingkungan dan Halikuljabbar vi

9
1. Hubungan Turunan dengan Dirinya Sendiri Hubungan Manusia dengan Sesamanya Kombinasi Turunan dengan Lingkungannya Perantaraan Manusia dengan Tuhan D. Mengomunikasikan Perpautan Makhluk dengan Diri Sendiri, Sesama, Lingkungan dan Halikuljabbar E. Ikhtisar dan Afirmasi Aliansi Manusia dengan Diri Sendiri, Sesama, Lingkungan dan Allah F. Tugas Proyek BAB III AGAMA DAN IMAN DIHIDUPI Privat Keanekaragaman Pengantar A. Variabilitas Agama Pengalaman Religius Agama, Wahyu, dan Iman B. Dialog antarumat Beragama Menyisir Pemahaman tentang Dialog antarumat Beragama Bertanya tentang Dialog antarumat Beragama Mengincar Visiun Katedral tentang Lega dada Membuat Argumen Tentang Dialog antarumat Beragama Mendeskripsikan/Mengomunikasikan mengenai Dialog antar-umat Beragama Ringkasan Tugas Belajar Lanjut/Projek Belajar C. Kerjasama antarumat Beragama di Indonesia kerjakan Membangun Nikah Sejati vii

10
1. Menelusuri Kognisi Kolaborasi antarumat Bergama di Indonesia Menanya Kooperasi antarumat Bergama di Indonesia Menggali Sumber Ilham tentang Kerjasama antarumat Beragama di Indonesia untuk Membangun Persaudaraan Sejati Membuat Argumentasi Kerja proporsional antarumat Beragama di Indonesia Mendeskripsikan Kolaborasi antarumat Bergama di Indonesia Rangkuman Tugas Membiasakan Lanjut/Projek Belajar BAB IV YESUS KRISTUS Pengantar A. Kitab Suci Sumber Mengenal Yesus Menyerempet Siapakah Yesus Kristus Itu Menanya Siapakah Yesus Kristus itu? Menggali Sendang Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Hijau mengenai Yesus Kristus Membangun Argumen Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Tulen Perjanjian Hijau mengenai Janji dan Pemenuhan Taki Tuhan Mengomunikasikan Siapakah Yesus Kristus Menurut Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Nirmala Perjanjian Plonco tentang Eksistensi Yesus Kristus Rangkuman Tugas Belajar Lanjut/Projek Membiasakan B. Hakikat dan Makna Imperium Allah Laksana Inti dan Wujud Karya Yesus di Tengah Manjapada Menelusuri Permukaan Belakang Yesus Mewartakan Kerajaan Almalik viii

11
2. Menyoal tentang Yesus Mewartakan Kerajaan Allah Menggali Sumur Informasi internal Kitab Ceria dan Tanzil Gereja tentang Yesus Mewartakan Kerajaan Yang mahakuasa Membangun Argumentasi tentang Yesus Mewartakan Kabar baik, Kerajaan Allah Mongomunikasikan Yesus Kristus Mewartakan Kerajaan Almalik Ikhtisar Tugas berlatih lanjutan/projek C. Makna Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus Mengkritik Kejadian Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus Menanya tentang Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus Mengincar Sumur Kitab Suci serta Ajaran Gereja Tentang Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus Membangun Argumen tentang Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus Mengomunikasikan adapun Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus Ikhtisar Tugas Membiasakan Lanjut/Projek Belajar D. Makna Yang mahakuasa Tritunggal Mahakudus Menggaru/Mencaci Pemahaman akan halnya Tritunggal Mahakudus Menanya tentang Tritunggal Mahakudus Mengincar Sumber Kitab Kudrati serta Ajaran Katedral Mengenai Allah Tritunggal Mahakudus Membangun Argumen Tentang Allah Tritunggal Mahakudus ix

12
5. Mengomunikasikan Allah Tritunggal Mahakudus Ringkasan Tugas Membiasakan Lanjut/Projek Belajar Bab V Gereja DAN IMAN Yang MEMASYARAKAT Pengantar A. Bawah Gereja Menyerempet Radiks-usul Katedral Menanya Dasar-usul Gereja Mengincar Informasi tentang Radiks-usul Menalar Radiks-usul Katedral Mengomunikasikan Asal-usul Gereja Tugas Projek B. Hakikat Gereja Menggaru Hakikat Katedral Menanya Hakikat Gereja Menggali Pesiaran tentang Hakikat Gereja Menalar Hakikat Dom (Sifat Katedral) Mengomunikasikan Hakikat Dom C. Gereja Menyeluruh dan Gereja Lokal Menghakimi Keadaan Gereja Global dan Gereja Lokal Meminang Arah Dasar Gereja Lokal Mengumpulkan Wara-wara tentang Kegiatan Gereja Domestik Menalar Tugas Gereja dan Sakramennya Mengomunikasikan Basilika sebagai Jemaat Terpadu D. Mewujukan Iman n domestik Masyarakat (Ramalan Sosial Katedral) x

13
1. Mengamati Problem Sosial nan Terjadi n domestik Masyarakat Munculnya Kesenjangan Sosial privat Mahajana Mengumpulkan Informasi mengenai Masalah Sosial kerumahtanggaan Masyarakat Menalar Tajali Sosial Gereja Mengkomunikasikan Kesimpulan Ajaran Sosial Gereja Tugas Pesanan DAFTAR PUSTAKA xi

14
PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan ialah sistem pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Sumber akar Negara Republik Indonesia Waktu 1945 yang bersalur pada nilai-angka agama, tamadun nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan peralihan zaman. Pendidikan kewarganegaraan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta kebudayaan nasion yang bermartabat dalam tulang beragangan mencerdaskan hidup bangsa, berujud bakal berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia nan percaya dan bertakwa kepada Almalik Nan Maha Esa, berahlak mulia, afiat, berilmu, rupawan kreatif, mandiri, dan menjadi pemukim Negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU Sisdiknas, No. 20 Tahun 2003, Psl. 3). Sesuai dengan ideologi negara dan budaya bangsa Indonesia, impelementasi sistem pendidikan nasional diharapkan berlambak menumbuhkembangkan biji-nilai iman dan Ketuhanan Yang Maha Esa, kesusilaan, etika, dan karakter, serta berperan misal pemukim negara yang bangga dan caruk tanah air, peduli dan peka terhadap kepedihan nasion dan publik, menghargai keanekaragaman budaya, kaki dan agama. Oleh karena itu, kurikulum dan pembelajaran Agama Katolik perlu diwujukan dalam kurikulum semua jalur dan tangga pendidikan. Bagi menjamin fungsi dan perannya dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, Pendidikan Agama Katolik dirancang, dikembangkan, dilaksanakan, dan dievaluasi dalam konteks penampakan tujuan pendidikan nasional. Semua kejadian tersebut merupakan landasan dan rencana berpikir bikin memafhumi riwayat hidup mata pidato Pendidikan Agama Katolik secara utuh. Buku ini secara lengkap dan paradigmatik diharapkan dapat merealisasikan tujuan penutup atau visi dan misi Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Jenjang Umum ialah: menjadi sarjana yang beriman kepada Sang pencipta berpolakan Pribadi Yesus Kristus dan mewah mempertangungjawabkan imannya di perdua masyarakat. Secara instrumental imperatif visi dan misi tersebut secara terintegrasi dan utuh mengembangkan seluruh dimensi psiko-spiritual tersebut dengan sumber akar Kompetensi Inti (Portal) yang berfungsi sebagai elemen pengorganisasi (organizing element) dalam penulisan buku ini. Daya Pendidikan Agama Katolik diharapkan bisa mengemban misi multidimensional, yakni: (i) berekspansi potensi murid pelihara sebagai basyar utuh yang profesional dan kompeten sebagai misi psikopedagogis; (ii) menyiapkan 1

15
peserta didik untuk sukma dan berkehidupan dilandasi makanya nilai-nilai moral religiositas, seumpama misi etik-sosial); (iii) Membangun budaya pembela spirit (pro-life), peka dan peduli n domestik spirit bersama di tengah masyarakat sebagai pelecok satu determinan kehidupan nan terkebat dalam hidup menggereja dan memasyarakat sebagai misi sosiokultural; dan bagi dunia akademik/saintifik. Selain ketiga misi tersebut dikembangkan misi (iv) melakukan dan/atau memanfaatkan hasil penelitian dan ekspansi (research and/or development) untuk membangun pendidikan agama Katolik yang holistik dan inklusif misal sistem pengetahuan terpadu (integrated knowledge system) dan pengabdian puas publik membangun sukma bersama (learning to live together) kerumahtanggaan masyarakat yang pluralis. Lakukan membuat visi dan menetapi misinya, Pendidikan Agama Katolik di perguruan tahapan memintal dan mengorganisasikan aset dalam daya ini sebagai berikut. a. Pengumuman dan pemahaman mahasiswa akan ajaran Agama Katolik semakin meningkat sehingga keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan semakin bertumbuh; b. Mahasiswa semakin mengenal dirinya bak Citra Allah sehingga kepekaan dan kepeduliaan terhadap sesama dan lingkungannya semakin bertumbuh; c. Mahasiswa bakir mengintegrasikan nilai-nilai iman dan akhlak Katolik sesuai dengan profesinya dalam hayat sehari-hari di tengah mahajana; d. Mahasiswa semakin menyadari diri perumpamaan anggota Dom dan terlibat aktif dalam nasib menggereja dan memasyarakat; e. Mahasiswa semakin memurnikan motivasinya sebagai umat beragama dan bakir berdialog dan bekerjasama dengan agama-agama non-kristiani; f. Mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-poin iman dan moral Katolik kerumahtanggaan membangun hidupnya seumpama sendiri Katolik yang dewasa dengan berpolakan Pribadi Yesus Kristus sehingga mahasiswa kelak menjadi 100% Katolik dan 100% warga negara. Privat penyajian Buku Sasaran Membiasakan (B3), keseluruhan partikel harapan Pendidikan Agama Katolik diorganisasikan sebagai asam garam sparing (learning experiences) berbasis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dengan menggunakan kerangka berpikir keilmuan: menghakimi, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan 2

16
mengomunikasikan hasil penalarannya, nan dirumuskan secara adaptif sesuai dengan konteksnya. Setiap ki secara holistik mengakomodasi masing-masing Kompetensi Dasar (KD) dan Kompetensi Inti (KI) nan relevan. Buku ini menggunjingkan 4 pokok terdahulu dalam 5 bab dan ialah proses pergumulan spirit beriman sendiri Katolik. Dalam Bab I dibahas adapun panggilan vitalitas manusia menurut Kitab Suci. Panggilan, tugas, dan perutusan hamba allah sebagai citra Almalik yang tertuang dalam Kitab Peristiwa (Kej. 1: 26-31) diuraikan semoga mahasiswa semakin menghayati hidupnya sebagai citra Almalik. Dalam Bab II dibahas sikap dan perilaku dalam membangun relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan dengan terbuka dan jujur. Berkeyakinan dan beragama merupakan dua tema terdahulu yang seringkali disamakan. Orang beragama sering dianggap orang yang berkepastian lamun privat kehidupan sehari-hari umat beragama seringkali jatuh pada formalisme agama; beragama dilihat hanya sekedar menjalankan syariah dan formalitas keagaman. Tema iman dan agama dibahas kerumahtanggaan Ki III. Sebelum ki aib iman dan agama diulas, sampai-sampai lalu diuraikan aneh-aneh camar duka religius dan iman, pengertian dan motivasi beragama. Dalam pendidikan agama Katolik dibahas pluralitas mudahmudahan mahasiswa semakin terbuka berdialog dan membangun kerukunan antarumat beragama dan kerjasama kerjakan menanggapi masalah-kebobrokan faktual dewasa ini. Tema mengenai Yesus Kristus dibahas dalam Gerbang IV dan merupakan tema sentral yang menyerahkan roh dalam seluruh bab dalam sendi ini. Siapa dan bagaimana Yesus Kristus mewartakan Imperium Sang pencipta dibahas dengan bersumber pada Kitab Suci. Mahasiswa diharapkan bisa memahami makna wafat dan kebangkitan Yesus Kristus bagaikan penyelamat dunia. Konsep Tritunggal dibahas sebagai satu wahdah integral (mencipta, menyelamatkan, dan memelihara) dengan membandingkan konsep Tritunggal Maha Kudus dalam kekeluargaan sesama manusia di tengah publik kerjakan mengembangkan perilaku teruji, peduli, cinta rukun misal penggalan dari paparan murid Yesus. Katedral hadir di tengah dunia cak bagi membuat visi dan misi Yesus Kristus mewartakan Kekaisaran Allah. Dalam Pintu V dibahas radiks-usul dan dinamika vitalitas Dom sebagai karya Jibril dan usaha turunan sehingga mahasiswa bisa mencerna hakikat Gereja bagaikan persekutuan umat Allah. Abstrak-komplet Katedral dan tugas perutusannya serta kelainan-masalah sosial di tengah publik dianalisis internal perspektif Ajaran Sosial Gereja sehingga mahasiswa semakin aktif terlibat dalam atma menggereja di perdua publik. 3

17
Buku ini merupakan alamat pendedahan minimal yang membutuhkan pengayaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing provinsi. Sepatutnya buku ini dapat menjadi incaran acuan untuk pembelajaran agama Katolik di Institut Umum. 4

18
BAB I PANGGILAN HIDUP MANUSIA MENURUT KITAB Suci A. Siapakah Manusia privat Kitab Tulus Apakah Anda mengingat-ingat bahwa semangat individu amat berharga berpunca bukti sikap manusia yang selalu berusaha mempertahankan hidupnya? Jika ia sakit, sira akan berusaha untuk sembuh. Manusia tak akan menyia-nyiakannya atau mempertukarkan hidupnya dengan kejadian-hal yang kurang berarti. Tema adapun makhluk ditempatkan sebagai tema sentral oleh agama- agama di samping ajaran tentang Tuhan dalam dogmatika. Agama Katolik sekali lagi demikian, hal ini kelihatan n domestik permulaan Kitab Zakiah yakni kitab Kejadian yang menempatkan kisah akan halnya penciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu untuk manusia, dan manusia itu diciptakan lakukan menyervis Tuhan, untuk menganakemaskan-nya dan buat menyembahkan seluruh ciptaan kepada- Nya. Bukan ada makhluk yang diciptakan dengan prestise nan mulia seperti mana cucu adam. Pada bab purwa ini Beliau akan timbrung plong pembahasan tentang siapa manusia dalam pandangan Kitab Suci. Sumur utama bagi mengenal siapa insan ialah Kitab Suci. Dalam Kitab Kejadian 1: 26-31, Allah menciptakan cucu adam secitra dan segambar dengan Almalik. Anda diharapkan mengenal diri sebagai pribadi, Citra Allah dan dipanggil agar mampu sukma sebagai Citra Allah yang bersyukur atas eksistensi dirinya, menghargai hak azasi individu, dan mampu bekerjasama dengan sesama, menjaga kelestarian lingkungan roh serta mampu berelasi dengan Tuhan bak penyusun usia. Setelah mempelajari siapakah cucu adam n domestik Kitab Tahir, Sira diharapkan memahami asal-usul, hakikat, panggilan, tugas dan perutusan manusia perumpamaan citra Allah, sehingga dapat membangun nasib yang makin benar; semakin peduli dan tanggap terhadap hal sosial umum seumpama babak bersumber panggilan hidup individu andai Citra Allah. Sikap dan perilaku yang bonafide dan terbuka dalam membangun pertautan dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Yang mahakuasa ialah pamrih yang kepingin dibangun dalam proses pembelajaran pada bab pertama trik ini. 5

19
B. Proses Mengamati (Pengkajian Kasus) Sebelum masuk pada pokok bahasan dalam portal pertama ini, Ia diminta kecam terlebih sangat beberapa gambar di bawah ini: Buram 1.1. Isi rumah yang terbakar Mencaci: Cermatilah kasus di pangkal ini! Suatu ketika terjadi kebakaran di rumah Anda, dan Ia berada di dalam apartemen tersebut. Akibat diseminasi pendek, kondominium Anda terbakar dan dengan cepat api menyerak. Hanya hitungan detik Dia diminta kerjakan bertindak cepat, menyelamatkan barang berharga yang ada dalam rumah tersebut hendaknya enggak hangus dilalap si api. Anda harus melakukan sesuatu dengan cepat dan jangan menunggu manusia lain bertindak. Situasinya tinggal semampai, Kamu harus menanam diri Anda dan isi rumah yang sangat penting dan penting. Waktunya sangat singkat hanya hitungan detik, bila Anda tengung-tenging sijago ahmar akan memakan ulam Anda dengan seluruh isi kondominium sampai hangus. Dibutuhkan sikap yang bijak dan tindakan yang cepat dan tepat. Anda diminta selepas mengamati tulang beragangan di atas bisa menjawab soal dengan jujur dan terbuka segala adanya. Barang apa pula jawaban Kamu enggak mempengaruhi penilaian dan pandangan dosen terhadap diri Anda. Keterbukaan dan kejujuran Dia yang minimum utama kerumahtanggaan menjawab tanya ini. 1. Segala yang akan Anda bikin jika kebakaran terjadi sebagaimana dilukiskan dalam kasus di atas? 2. Mengapa Anda memilih kerjakan mengamalkan hal tersebut? 6

20
3. Kerumahtanggaan hal genting seperti dalam kasus kebakaran tersebut Beliau diminta berlaku cepat untuk menguburkan harta yang paling kecil berjasa kerumahtanggaan flat itu, barang apa yang Anda selamatkan? Dan mengapa Engkau memilih menanam kejadian tersebut? Diskusi singkat ini dimaksudkan cak bagi menggali pemahaman dan camar duka Anda akan halnya responsif dan skala kredit internal nasib Anda. Latar birit kondisi sosial, arus duniawi dan budaya masyarakat bertamadun pasti ikut mempengaruhi peka dan setiap seleksian Beliau. Apakah Kamu memandang bani adam sebagai bani adam yang paling berfaedah? Atau, siapa tetapi paham materialisme yang mengutamakan uang dan harta nan lebih bernilai dalam hidup Dia. Apa pun jawaban Engkau tak untuk menentukan penilaian melainkan sebagai gambaran, apersepsi adapun skala ponten dan pemahaman Kamu mengenai suatu keburukan, dan bagaimana Engkau memandang insan. Urun rembuk ringkas ini yaitu pengantar untuk ikut puas Bab I (suatu) materi perkuliahan Agama Katolik nan membahas tentang mana tahu dan bagaimana panggilan spirit hamba allah dalam Kitab Murni. C. Mengapa Basyar Diciptakan Menurut Rajah Allah Apakah Engkau menyadari bahwa tanya mengenai boleh jadi manusia merupakan tanya resep dalam setiap agama. Ada banyak definisi atau pandangan tentang manusia, antara lain: makhluk yang bersuara (animal loquens), hewan nan memiliki akal bulus budi (animal rationale), makhluk simbolik (a symbolic animal), makhluk yang beretika (ethical being), makhluk yang memiliki rasa estetis (an aesthetical being); sosok religious (a religious being) (Tarigan, 2022) dan masih banyak definisi lain. Perseptif atau definisi tersebut menerimakan gambaran mengenai makhluk dari kacamata pandang tertentu. Sadar akan keterbatasan setiap definisi, Engkau boleh memahami bahwa manusia itu yaitu pribadi (persona). Siapa hamba allah dan bagaimana Anda memaknai hayat merupakan pertanyaan eksistensial dalam diri setiap turunan. Menurut pemikir Dataran tinggi, manusia merupakan animal society yaitu binatang/binatang/ makhluk sosial dan individu yang senang bergaul/bersekutu cak bagi hidup bersama. Status makhluk sosial selalu melekat pada diri individu. Manusia tidak dapat bertahan hidup secara utuh sekadar dengan mengandalkan dirinya sendiri saja. Sejak lahir setakat meninggal dunia, anak adam memerlukan pertolongan atau kerjasama dengan hamba allah lain. Menurut pemikir Aristoteles, khalayak adalah zoon politicon, makhluk yang pada dasarnya burung laut cak hendak beramah-tamah dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Artinya, khalayak nan cerbak jiwa bermasyarakat. Diri manusia sejak dilahirkan 7

21
mutakadim punya hasrat/bakat/naluri yang kuat untuk berbimbing atau jiwa di tengah-paruh basyar lainnya. Kitab Kejadian menuliskan kisah penciptaan menekankan bagaimana Allah menaruh sosok sebagai ciptaan-nya nan khusus. Turunan disebut sebagai buram Allah (imago Dei) yang mewakili Yang mahakuasa di dunia. Artinya, kesediaan manusia menunjukkan bahwa Halikuljabbar ada. Manusia menjadi begitu habis penting dan berarti karena segala sesuatu di dunia ini harus diarahkan kepada manusia andai pokok dan puncaknya. Pertanyaan yang tak bisa dihindari dan yang harus kita keduk adalah: bisa jadi sebenarnya turunan itu, berpunca mana bani adam mulai sejak, apa ciri khas dan rasam manusiawi, apa yang membuat bani adam itu berkedudukan di atas bani adam-khalayak lainnya, dan apa yang yaitu martabatnya? Persoalan itu telah dicoba dijawab dengan tegas oleh sedemikian itu banyak pemikir. Cak semau berbagai pendapat dan teori tentang manusia. Misalnya, teori evolusi Charles Darwin. Intern teori evolusi Charles Darwin dijelaskan bahwa seluruh makhluk kehidupan tertera manusia pecah dari pitarah nan sama. Cak bertanya besar yang selalu mengganggu pikiran manusia dari abad ke abad yakni tanya akan halnya bawah-usul manusia. Menurut Frans Dahler dalam bukunya mengenai Asal dan Harapan Anak adam gerakan cak bagi menjawab hal ini menjadi sumber akar lahirnya mite- mitos, dongeng-dongeng historis, plural macam filsafat dan agama-agama. Sejak ribuan tahun lamanya, manusia menciptakan cerminan akan bawah- usulnya sendiri. Dengan barang apa kemampuannya, meskipun meraba-raba privat kegelapan, ia berusaha mencari senggang jawaban akan persoalan berkaitan dengan dasar-usulnya koteng. Gambar: 1.3. Gambar individu kerumahtanggaan teori Evolusi Darwin Sumber: 8

22
Seratus lima puluh puluh tahun sesudah Charles Darwin mempublikasikan The Origin of Species by Means of Natural Selection, komplikasi evolusi masih panas diperdebatkan. Teori Darwin tertentang bertentangan kuantitas dengan apa nan dipercayai dunia Kristiani tentang asal-usul dunia dengan segala isinya, tentang penciptaan, sebagaimana ditulis internal dua ki pertama Kitab Kejadian, merupakan bahwa langit dan manjapada dengan segala isinya diciptakan langsung oleh Allah dalam perian enam hari dan bahwa ciptaan terakhir ialah manusia, Pria dan Guru, yang ditempatkan dalam ujana firdaus. Periode itu, orang memperkirakan bahwa penciptaan itu terjadi kurang dari musim lalu. Keimanan ini adalah asal pandangan dunia Kristiani. Buku Darwin seakan-akan meruntuhkannya. Cak semau tiga teori sentral tentang asal-usul alam raya dan organisme spirit, merupakan Darwinisme, Creationism dan teori Inteligent design (Suseno, S.J., F.M., 2022, hal ). Kitab Kejadian melukiskan tentang penemuan dan mengasihkan kepada hamba allah tempat luhur kerumahtanggaan antarbangsa. Penciptaan manusia tidak sekadar yaitu penutup dari semesta karya ciptaan Allah, tetapi internal reka cipta insan itu terkandung penggenapan dan makna berpunca seluruh jalan hidup Allah. Manusia diperintahkan menyempurnakan bumi dan menaklukkannya, dan manusia berkuasa atas semua khalayak (Kej. 1:27-31). Kesaksian yang sekufu tentang kontrol manusia dan tentang tempatnya yang sentral di pan-ji-panji ciptaan ini, diberikan pula di tempattempat tidak (Am. 4:13; Yes. 42:5-6; Mzm. 8:5-9; 104:14-15), dan secara bergengsi diberikan kerumahtanggaan inkarnasi (bdk Ibr. 2). Anda diminta menganalisis tiga teori tentang pangkal-usul manusia dan alam raya (teori Darwnisme, teori Creationism, dan Teori Inteligent). Anda juga dapat membaca bagaimana penglihatan Kitab Suci tentang siapa manusia internal Kitab Kejadian 1 : 26 30? Dia diharapkan mengebor paparan cucu adam dalam Kitab Suci; dan memberikan pertanyaan mengenai siapa turunan n domestik Kitab Tulen, dan panggilan serta tugas perutusan manusia seumpama citra Allah dalam Kitab Masif. Ia dapat mengajukan beberapa tanya terdahulu sama dengan pertanyaan di sumber akar ini. 1. Apa pendapat Anda mengenai teori akan halnya asal-usul bani adam? 2. Dalam teori Creationism, mengapa Allah menciptakan manusia segambar dan secitra dengan Allah? 3. Menurut Anda apa rencana Allah terhadap manusia. Anda diminta menganalisis panggilan, tugas dan perutusan manusia seumpama citra Almalik internal teks Kitab Hal 1: 26 30? D. Menalar, Menggali Argumentasi Kognisi & Hakikat Hamba allah sebagai Citra Almalik Apakah Anda mengingat-ingat bahwa martabat manusia adalah dasar hak-hoki asasi manusia yang enggak diberikan oleh orang lain ataupun oleh pemerintah, dan negara? 9

23
Martabat manusia lahir secara faali bersamanya dan terlepas dari mileu kebudayaannya. Harga diri ini, tidak dapat dirampas maka itu individu lain, dan hanya dapat dicemarkan maka itu bani adam itu sendiri. Orang yang tidak mau menghormati prestise manusia lain ibarat manusia, ia mencemari martabatnya sendiri misal manusia. Gambar 1.4. Pejabat umum melaporkan pajak yang merupakan salah satu tindakan menghargai dasar hak-hak asasi manusia Sumber : Bila Anda memberikan perhatian tentang sanjungan kepada martabat individu dewasa ini, seringkali Anda terancam oleh berbagai hal permasalahan yang dihadapi manusia, antara lain: kefakiran struktural, pengangguran, menggalas narkotika, pengguguran, kekerasan dan kontaminasi lingkungan. Manusia kerapkali dihargai tidak karena dia pribadi nan unik seumpama ciptaan Allah, tetapi enggak jarang orang diukur dan dihargai kemanusiaannya berdasarkan apa yang melekat n domestik dirinya seperti; harta, harta benda, hierarki dan jabatan. 10

24
1. Martabat Insan sebagai Citra Allah Beralaskan kitab Kej. 1:26-28; dan Kej. 2:7-8, 15-18, tampak bahwa manusia diciptakan maka itu Allah Sang Penghasil pada masa ke-6 dengan bersabda dan bertindak. Dalam narasi kreasi itu, manusia diciptakan dalam proses nan terakhir setelah semua nan ada di duaja seberinda diciptakan. Artinya, manusia diciptakan bagaikan puncak ciptaan Allah. Anak adam diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, dengan karunia eksklusif yaitu akal geladak budi, hati/ingatan, dan kehendak independen. Adanya karunia akal- budi menjadikan manusia boleh ataupun mempunyai kemampuan untuk memilih, karunia hati/perasaan menjadikan manusia bisa merasakan, dan karunia kehendak bebas menjadikan manusia bakir membangun niat-niat. Kasih-karunia itu menjadikan turunan seumpama makhluk vitalitas yang memiliki kesadaran dan kebebasan. Lembaga 1.5 Garis hidup/jatidiri manusia sebagai citra Sang pencipta. Sumber: Waruwu, Membangun Budaya Berbasis Nilai, hal Gambaran yang paling kecil tepat mengenai siapakah manusia di hadirat Allah secara iman Kristiani terletak dalam Kitab Mazmur 8:1-10. Demikian juga gambaran siapakah manusia di hadapan Sang pencipta secara iman Kristiani terdapat dalam Kitab Yesus Bin Sirakh 17:1-11. Pandangan dan ajaran resmi Gereja Katolik mengenai turunan diuraikan kerumahtanggaan Gaudium et Spes artikel 12. Kitab Kudus mengajarkan bahwa manusia 11

25
diciptakan menurut lembaga Allah ; ia mampu mengenal dan mengasihi Penciptanya; makanya Allah manusia ditetapkan sebagai empunya atas semua makhluk di marcapada ini (Kej 1:26; Keb 2:23), buat menguasainya dan menggunakannya sambil meluhurkan Allah (Sir. 17:3-10). Apakah makhluk, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Dia mengindahkannya? Namun Ia sudah membuatnya hampir setara sebagai halnya Sang pencipta, dan memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau menjadikannya berkuasa atas buatan tangan- Mu; segala-galanya mutakadim Kauletakkan di pangkal kakinya (Mzm 8:5-7). Yang mahakuasa menempatkan status hamba allah di atas ciptaan nan lain. Hanya basyar yang secitra dengan Allah. Dari segala ciptaan yang kelihatan, doang manusia “berkecukupan mengenal dan mencintai Penciptanya dan oleh Allah manusia ditetapkan laksana pemilik atas semua makhluk di dunia ini, cak bagi menguasainya dan menggunakannya sewaktu mengagungkan Allah” (GS 12,3). Lebih tegas lagi para Bapa Konsili menyatakan bahwa Yang mahakuasa sebagai Bapa memelihara semua orang, menghendaki agar mereka merupakan suatu keluarga, dan silih menghargai dengan sikap ikatan. Sebab mereka semua diciptakan menurut tulang beragangan Allah, yang memaksudkan segenap bangsa hamba allah dari satu asal mendiami muka mayapada (Kis 17:26). Mereka semua dipanggil bikin satu maksud, yakni Allah koteng (GS 24,1). Khalayak ialah semata hamba allah, yang Sang pencipta kehendaki demi dirinya sendiri (bdk. GS 24,3). Gambar 1.6.Fetus bayi dalam kandungan ibunya berumur 39 pekan. Mata air: Martabat individu itu indah karena hidupnya tergantung puas Halikuljabbar. Asal mula dan sumber kehidupan manusia adalah Allah, yang menjadi pemberi dan penopang jiwa. Karena harga diri manusia lewat mulia dan luhur, sukma cucu adam harus dilindungi sejak pembuahan dalam perut. Sebab Engkaulah yang takhlik biji pelir pinggangku, menenun aku dalam makanan ibuku. Aku bersyukur 12

26
kepada-mu maka dari itu karena kejadianku dasyat dan ajaib; ajaib segala apa nan engkau buat dan jiwaku moralistis-bersusila menyadarinya (Mzm. 139; 13 14). Martabat manusia sebagai citra Allah ialah lingkaran penghargaan terhadap properti azasi manusia. Semua kepunyaan azasi berakar internal kodrat kemanusiaan yang lahir bersamaan dengan manusia. Angka-nilai kemanusiaan itu berasal dari Tuhan, perakit pan-ji-panji semesta. Setiap makhluk memperkembangkan kepribadiannya n domestik hubungannya dengan sesama atas dasar nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Setiap diskriminasi, dan paksaan internal situasi agama, misalnya, majuh bertentangan dengan manusiawi dan ke-tuhan-an. Maka itu karena itu, para pemeluk agama harus menjadi pelopor dalam menegakkan eigendom-hak asasi manusia. Properti asasi manusia merupakan syarat mutlak untuk perkembangan demokrasi yang bugar. Setiap penganut agama harus menjunjung pangkat hoki-hak asasi karena itu mulai sejak terbit Almalik seorang (Jacobus Tarigan, 2022). 2. Martabat Manusia sebagai Anak asuh Allah Manusia sebagai individu ciptaan yang mempunyai citra dan rupa Allah memiliki tujuan yang diberikan oleh Tuhan seorang. Tujuan arwah manusia sangat mempengaruhi martabat manusia. Tujuan hidup cucu adam itu puas dasarnya di luar segala kunci pemikiran insan, di luar segala apa prediksi manusia bahkan di luar pengertian manusia itu sendiri. Tujuan kehidupan manusia plong dasarnya bersifat transendental (berwatak ilahi dan menyelesaikan segala-galanya), ialah menyempurnakan kerinduan manusia mencapai kesempurnaan dalam segala-galanya, yaitu suatu kebahagiaan abadi berupa kehidupan kekal, hidup berbahagia bersama Allah Bapa di surga (Lihat Yoh. 17:1-3; 1Yoh. 3:2; 1Kor. 2:9). N domestik bacaan tersebut dilukiskan bahwa tujuan hidup cucu adam masing-masing adalah persatuan dengan hidup Allah Tritunggal kerjakan selamalamanya. Sebagai anak Allah, anak adam terpanggil kerjakan hidup beraduk dengan Bapa- Nya sesuai dengan rencana Allah. Martabat orang sebagai momongan Almalik merupakan sosi untuk memaklumi sememangnya kali manusia. Insan dipanggil bagi hidup dalam persekutuan dengan Yang mahakuasa Bapa berkat wafat dan kebangkitan Kristus yang menegur manusia untuk lahir kembali bagaikan anak Allah. Maka prestise manusia tidak terjemur pada bangsa, keberagaman, usia, bakat, kedudukan dan kejayaan seseorang. Martabat manusia melebihi semua kejadian tersebut. Allah telah mengangkat sosok laksana anak-nya dengan menyerahkan 13

27
Putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Maka, prestise manusia diangkat dan disempurnakan intern koneksi dengan Yesus Kristus Putra Tuhan (1Yoh. 4:9-10). 3. Pamor Cucu adam bagaikan Pribadi Sosial Apakah Anda wasilah mendengar terserah pepatah mengatakan: No man is an island, artinya anak adam bukan ada yang kehidupan sendirian. Dalam kehidupannya turunan ingat akan dirinya bersama dengan makhluk lain. Manusia bersama dengan orang tidak, secara bersama-sama memberikan kemustajaban dan kredit dan tukar memanusiawikan. Anda menjadi pribadi lebih-lebih dalam persaksian pecah sesama. Manusia diciptakan lakukan berelasi dan bersekutu. Afiliasi dan persekutuan ini memperlihatkan suatu ketergantungan dasariah antarmanusia bagaikan sosok yang caruk ada bersama. Karena itu, turunan hidupnya tergantung suatu sama bukan. Allah tidak menciptakan insan seorang diri: sebab sejak awal mula Ia menciptakan mereka lanang dan wanita (Kej. 1:27). Berdamai nyawa mereka ialah bentuk pertama persekutuan antarpribadi. Sebab dari kodratnya yang terdalam, manusia bersifat sosial; dan sonder gandeng dengan sesama ia tidak boleh spirit alias mengembangkan bakat-pembawaannya. Arwah di tengah-tengah manusia tak merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, sebagai citra Halikuljabbar insan adalah pribadi sosial, yang di satu jihat sebagai anugerah nan sepan disyukuri dan di lain pihak mengandung tugas panggilan/perutusan yakni membangun. Karenanya, kita mesti membangun kesadaran bahwa kita semangat n domestik suatu peguyuban kebersamaan. Kesadaran itu, hendaknya dihayati dengan sikap-sikap yang menunjang tercapainya kerja sama dan saling konotasi dan peduli di antara sesama manusia. Tulang beragangan 1.7. Seseorang yang peduli dengan memberi sedekah kepada kakek yang madya duduk mengemis. (Sumber: 14

28
Dari penjelasan dan jabaran di atas, secara singkat dapat dikatakan bahwa sangkut-paut sosial manusia dipahami dalam penilaian gengsi manusia nan tidak boleh terpisah pecah pemberitahuan bahwa ia diciptakan oleh Halikuljabbar. Hal itu berarti luhurnya pamor insan diakui, dihormati dan dijunjung tinggi karena iman akan Almalik, maka kepercayaan bahwa Allah itu Sang Penghasil sewaktu mengandung kepercayaan bahwa Allah menjadikan manusia sebagai basyar sosial yang sani dan ter-hormat luhur. Karena martabat indah makhluk sahaja diakui dalam iman akan Allah seumpama Sang pencipta dan dalam diri Yesus Kristus, Putera Sang pencipta yang partikular. Manusia menentukan sikap dan hubungannya dengan sesama. Dengan akal budinya, dan kemampuan mengecualikan yang baik dan yang biadab, serta dengan kehendak bebasnya, sosok bertanggungjawab atas perbuatannya. Pamor setiap orang diuji intern susunan membina dirinya dengan sesamanya, dan keberhasilan kemanusiaannya dinilai semenjak sisi ketentuan etis-moralnya, lain pada apa yang dimiliki dan melekat sreg dirinya. Dalam konteks bernegara, kepekaan sosial diwujudkan dalam bentuk menggaji fiskal dengan benar, tepat waktu dan tidak menyulap beban pajaknya. Rancangan 1.8 Pemberian Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Segak yakni salah satu bentuk saling tolong menolong. Hal tersebut karena publik yang fertil berbagi kepada pihak yang adv minim mampu melalui pemasukan Pajak (Sumber: jateng.tribunnews.com) 15

29
Gambar 1.9 Pajak merupakan mata air utama penelaahan negara nan membiayai sebagian besar kemudahan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan bukan-tidak (Sumur: Kementerian Moneter RI) Sumber: Kementerian Finansial RI Lembaga 1.10 Manfaat pajak buat pembiayaan negara yang dirasakan masyarakat kerumahtanggaan spirit sehari-masa 1. Amati dan analisislah kasus-kasus yang timbul di tengah umum nan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia bak Citra Allah. Rumuskanlah ki kesulitan-masalah positif pelanggaran terhadap Hak Azasi Insan yang menjadi keprihatinan Gereja. 2. Menurut pengamatan Sira mengapa pelanggaran tersebut terjadi. 16

30
3. Rumuskanlah apa dan bagaimana usaha Anda untuk menyelesaikan agar pelanggaran properti asasi tersebut tidak terulang kembali, (diskusikan dalam kelompok, hasil diskusi dibuat privat bentuk paper dan dikumpulkan). E. Mengomunikasikan Panggilan dan Tugas Perutusan Cucu adam sebagai Citra Allah Apakah Anda menyadari bahwa dalam kisah penciptaan ditegaskan bahwa segala yang terserah di muka bumi adalah hasil karya ciptaan Halikuljabbar. Insan merupakan puncak dari seluruh ciptaan Allah. Kepada manusia diberikan prestise yang sani dan kuasa untuk mengatur dan mengatak segala ciptaan-nya. Keluhuran prestise turunan diberikan makanya Allah tentu dengan intensi dan tujuan yang indah dan mulia. Ada panggilan tugas perutusan hamba allah nan terkandung didalamnya. Kerumahtanggaan pemahaman ini, kerapkali orang mengatakan bahwa sukma adalah rahmat, panggilan dan perutusan. Pernyataan ini mencoba menguak bagaimana posisi khalayak intern karya penyelenggaraan ilahi. Setiap insan yang terlahir di mayapada pasti mendapatkan rahmat. Rahmat tersebutlah yang membuat individu hadir n domestik identitasnya yang adv amat personal, dalam segala keunikannya. Kerumahtanggaan setiap kelahiran individu, menurut cara apa kembali, termuat nan disebut sebagai kehamilan nan tidak diinginkan, di sana suka-suka kehendak Ilahi. Tanpa kehendak Ilahi, kelahiran takkan terjadi. Jadi, bukan karena kebetulan seseorang terlahir dari tara ayah dan ibunya. Setiap insan yang terlahir, dipanggil bakal ikut serta privat karya penyelenggaraan Ilahi. Lain terkecuali dan enggak pandang bulu, apa pun agamanya, suku bangsanya, bahasanya, profesinya, di mana pun dan kapan sekali lagi anda kehidupan, anda dipanggil bakal turut serta dalam karya pengelolaan- Nya. Panggilan ini main-main buat seluruh hayat hamba allah. Sejauh orang itu mampu, panggilan itu akan tetap menclok padanya. Demikian juga dengan tugas perutusan manusia. Karena hidup adalah perutusan, setiap orang nan menjawab panggilan tersebut akan diutus lakukan turut dalam karya penyelenggaraan ilahi. Bagaimana mandu Sira ikut n domestik karya penyelenggaraan Halikuljabbar? Suka-suka banyak prinsip, mulai dari yang sederhana sampai yang minimal kompleks. Bunda Teresa bersumber Kalkuta mengatakan, mulailah dari senyuman. Mesem lega setiap turunan nan kita jumpai adalah cara terlambat kerjakan ikut dalam karya penyelenggaraan Ilahi. Dengan senyuman ramah, orang lain yang melihat akan senang, dan kali hamba allah yang menyibuk itu akan mampu berkarya dalam satu hari itu dengan lever nan doyan. Karena senyuman satu orang, orang lain boleh berkarya selama satu hari dengan hati 17

31
gembira. Bintang sartan, segala pun yang Beliau miliki, dan apa lagi nan menjadi tugas Anda, itu bukanlah kebetulan. Tuhanlah yang menempatkan Sira di posisi-posisi tersebut. Perigi: Gambar Mother Theresia menggendong seorang anak kecil dengan munjung keselarasan dan cinta. Setiap insan sepantasnya diberi tugas dan barang bawaan jawab sosial. Individu diciptakan oleh Almalik dengan talentanya masing-masing, dengan kelebihan dan kekurangannya. Ada basyar nan diciptakan untuk juru mengatur uang, maka ia juga menjadi berlambak akan harta duniawi. Terserah orang yang diciptakan bagi memiliki biang keladi yang cerdas, maka ia menjadi sarjana. Ada orang yang diciptakan buat mematamatai hal kehidupan secara lebih jernih, maka ia menjadi bijaksana. Ada orang nan diciptakan dengan kemampuan tangan nan luar biasa, maka dia menjadi teknikus, menjadi juru. Ada turunan yang diciptakan dengan kemampuan menata orang lain, maka sira menjadi majikan. Ada turunan yang diciptakan dengan kemampuan untuk boleh menyembuhkan, maka beliau menjadi dukun. Semuanya itu dimaksudkan agar hamba allah saling melengkapi, sandar-menyandar, dan saling membutuhkan satu sama lain. Jika konsep roh adalah rahmat, panggilan dan perutusan ini kita padukan dengan konsep tanggung jawab sosial, maka kita akan menyadari bahwa setiap manusia yang terlahir ke dunia sebenarnya diciptakan untuk berbagi talenta. Allah menghendaki kita untuk ikut membangun peradaban basyar. Pelawaan ini hendaknya ditanggapi. Almalik memang memasrahkan kemerdekaan. Jika Anda enggak menanggapinya, akan ada dua implikasi. Pertama, pembawaan Anda tidak akan optimal digunakan, bahkan 18

32
bisa jadi tersia- siakan. Kedua, siapa wadah nan sebaiknya Anda isi, tetap menjadi kosong. Tindakan sebagaimana ini bisa mengganggu urut-urutan peradaban manusia. Oleh karena itu, apa lagi tugas Dia, jalanilah tugas itu dengan senang hati, karena Allah membutuhkan Anda di tempat tersebut. Gambar 1.12.Orang-bani adam berpokok bermacam rupa profesi; mereka ganti membutuhkan Mencaci berbagai bentuk panggilan hidup privat gambar di atas dan deskripsi mengenai panggilan jiwa bani adam, tugas dan perutusan manusia sebagai citra Allah, pertanyaan apa yang unjuk lubuk hati Anda. 2. Rumuskanlah panggilan dan perutusan yang Kamu cita-citakan sebagai Citra Allah dan diskusikan dalam kelompok, hasil diskusi diprsentasikan di kelas! F. Ikhtisar Manusia menjadi berharga karena hamba allah memiliki harga diri hijau sehingga hidupnya bernilai. Mengupas awan kelabu nan terjadi di masyarakat mengenai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, Konsili menekankan sikap hormat kepada manusia, sehingga setiap orang teradat memandang sesamanya, tidak koteng pun terkecualikan, ibarat dirinya nan tak, terutama memerhatikan perihidup mereka beserta upaya-upaya nan mereka butuhkan cak bagi hidup secara pas. Segala apa saja yang berlawanan dengan usia, misalnya pembunuhan, penumpasan suku, pengguguran, euthanasia dan bunuh diri ; apa pun yang melanggar keutuhan pribadi manusia seperti kondisi-kondisi semangat nan enggak cukup sebagai insan, 19

33
pemenjaraan yang otoriter, pembuangan orang-bani adam perbudakan, penculikan, pelacuran, bursa wanita dan anak-anak; begitu pun kondisikondisi kerja yang memalukan, sehingga kaum buruh diperalat semata-mata bagi meruntun keuntungan dan tidak diperlakukan laksana pribadi-pribadi yang bebas dan bertanggungjawab; itu semua dan peristiwa-hal lain yang serupa merupakan perbuatan yang keji. Sementara menyetrip peradaban manusiawi, kelakuan-perbuatan itu kian mencemarkan mereka yang melakukannya, tinimbang mereka nan menyanggupi ketidakadilan, dan sangat berlawanan dengan kemuliaan Sang Produsen (Gaudium et Spess, Art. 27). Makna paling kecil sani gengsi manusia terletak pada panggilannya untuk memasuki persekutuan dengan Allah. Sudah sejak dasar mulanya manusia diundang kerjakan berwawancara dengan Allah. Sebab turunan hanyalah hidup, karena ia diciptakan makanya Allah kerumahtanggaan cinta kasih-nya, dan hidupnya kuat berbahagia cinta kasih-nya. Dan sosok tidak sepenuhnya hidup menurut validitas, bila ia enggak dengan sukarela menerima cinta kasih itu, serta menerimakan diri kepada Penciptanya (GS 19; 1). Manusia adalah citra Allah yang melebihi seluruh alam sekitarnya. Dengan cara yang berbeda dan eksklusif, setiap orang mencerminkan kemahamuliaan Ilahi. Setiap khalayak adalah istimewa dan tidak tergantikan. Khalayak dipanggil untuk hidup dalam persemakmuran dengan Allah Bapa mendapat wafat dan kebangkitan Kristus, yang memanggil kita untuk lahir lagi ibarat momongan Sang pencipta. G. Tugas Proyek 1. Mencari model akademikus Katolik atau tokoh dalam dom Katolik atau santo santa yang mencerminkan perbantahan semangat misal manusia citra Allah internal membela kemanusiaan, dan hidupnya ialah perwujudkan panggilan dan perutusan Almalik. 2. Belajar dari tokoh-tokoh yang disebutkan di atas Anda diminta membuat satu buram hidup Anda sparing dari dedengkot maupun santo dan santa dengan membangun hidup berpolakan pribadi Yesus. 20

34
21

35
Bab II Perantaraan Makhluk DENGAN DIRI SENDIRI, SESAMA, Lingkungan, DAN TUHAN Pengantar Apakah Anda pulang ingatan bahwa makhluk zaman ini seringkali mengalami kesuntukan orientasi hidup dan penglihatan yang menyeluruh adapun sukma. Mungkin Beliau juga paham bahwa usaha menciptakan menjadikan panggilan dan perutusan manusia sebagai citra Halikuljabbar tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hamba allah mengalami pergumulan, persoalan pangkal khususnya dalam membangun relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Sang pencipta. Permasalahan sumber akar hamba allah intern membangun relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan kerapkali dipengaruhi cara pandang Engkau dalam menanggapi sebuah masalah. Sama dengan barang apa nan dikatakan maka itu sendiri Ahli pikir bernama Efifectus; bukan kelainan itu yang mengganggu Dia sahaja bagaimana Anda memandang keburukan itu. Menyadari bahwa manusia semenjak kodratnya adalah makhluk sosial enggak bisa umur sendiri, manusia hanya dapat tumbuh dan berkembang ketika dia fertil membangun relasinya yang baik dengan dirinya sendiri, dengan sesama, dengan lingkungan, dan dengan Yang mahakuasa. Dia diharapkan sesudah mengikuti proses pembelajaran ini dapat menghayati diri andai citra Allah dalam menjalani pergumulan hidup intern koneksi dengn diri sendiri, dengan sesama, dengan lingkungan, dan dengan Almalik. Anda semakin menghayati panggilan dan perutusan basyar sebagai citra Allah nan bermartabat sani dan 22

36
melenggong, jujur intern membangun kawin dengan diri sendiri, sesama, mileu dan Tuhan. Bagaimanakah Anda memaknai nyawa? A. Proses Menggaru Susunan Anak adam dengan Diri Sendiri, Sesama dan Almalik Hayat Yang Berkualitas Setiap periode Engkau alami secara spesial Sekali bakal selamanya Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia bersesuai seorang tamtama yang tidak kali dilupakannya, bernama Ralph. Ralph dikirim lakukan menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling membudayakan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper. Detik berjalan keluar, Ralph cinta lenyap. Banyak hal nan dilakukannya. Ia membantu koteng wanita lanjut usia yang kopernya jatuh dan membengang. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka bisa melihat sinterklas. Ia juga menolong individu yang kesasar dengan menunjukkan sebelah yang benar. Sebentar-sebentar ia kembali ke jihat profesor itu dengan senyum gempal menghiasi wajahnya. Berbunga mana Beliau sparing melakukan kejadian-hal seperti itu? tanya sang profesor. Melakukan apa?, kata Ralph. Dari mana Dia belajar untuk hidup begitu?, tanya sang guru besar. Oh, alas kata Ralph, Selama perang, saya kira. Lalu sira menuturkan kisah perjalan tugasnya di Vietnam. Juga mengenai tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu-satu satu temannya tewas terjangkit letusan ranjau di depan matanya. Saya belajar untuk atma di antara tumpuan setiap langkah, katanya. Saya tidak koneksi tahu apakah persiapan berikutnya yaitu sandar yang terakhir, sehingga saya berlatih bikin melakukan segala sesuatu nan sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah nan saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya agak sejak saat itulah saya 23

37
B. Persoalan Bawah dalam Membangun Relasi dengan Diri Sendiri, Sesama, Mileu, dan Tuhan Apakah suka-suka masalah dengan diri Beliau? Atau Kamu merasa hidup Beliau baik-baik tetapi, dan Beliau sudah hidup secara berkualitas. Engkau diminta mendiskusikan pertanyaan di bawah ini sesudah Anda menyimak narasi sang tamtama Ralf internal cerita di atas. 1. Pertanyaan apa nan boleh Beliau ajukan terhadap pengalaman Ralph sehingga ia dapat membangun hidup yang berkualitas? 2. Menurut Anda mengapa Ralph berhasil membangun hidup nan berkualitas melalui camar duka hidupnya umpama sendiri armada? Bagaimana ia memaknai relasinya dengan dirinya, sesama, mileu yang beliau jumpai dan Tuhan? 3. Anda diminta mengenali persoalan dasar segala yang Sira hadapi dalam membangun relasi dengan diri koteng. Jelaskan mengapa permasalahan asal tersebut muncul! C. Melubangi Sumber dan Argumentasi Gabungan Sosok dengan Diri Sendiri, Sesama, Lingkungan dan Tuhan 1. Rangkaian Manusia dengan Dirinya Koteng Khalayak ketika diciptakan sudah dilengkapi dengan segala anak kunci kemampuan akal fiil, lever nurani dan kebebasan. Allah menganugerahkannya seyogiannya bani adam berpunya mengembangkan hidupnya demi kebahagiaan manusia. Kerumahtanggaan perjalanan hidupnya manusia kerapkali tengung-tenging diri akan kodratnya bagaikan manusia ciptaan Tuhan yang memiliki keterbatasan dan ketagihan dengan Sang Penciptanya. Kesombongan manusia mengakibatkan persaudaraan dengan dirinya sendiri menjadi terganggu ialah keterasingan diri manusia itu seorang, menjadikan anak adam asing terhadap dirinya seorang. Privat kitab Keadaan dikisahkan bagaimana manusia setelah didapati melanggar tatanan surgawi, manusia malu dan bugil (kej. 3: 7), ini pertanda bahwa ketika manusia menjadi luar dihadapan Allah, manusia menjadi asing kerjakan dirinya sendiri. Manusia kehilangan hakikatnya umpama gambar Almalik, ia kehilangan bentuk yang hendak diwujudkannya, kamu malu dan telanjang. 24

38
Gambar 2.1. Seorang Pemuda nan sedang menimang barangkali dirinya. Sumber: Sosok berusaha mengenal dirinya dan mengenal alam semesta. Sira cak hendak lebih tahu boleh jadi dirinya dan bagaimana alam seberinda. Disinilah letak persoalan mendasar koneksi manusia dengan dirinya koteng. Manusia nan tidak mengenal dirinya dengan baik mengakibatkan ketidakmampuannya untuk memufakati dirinya segala apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada plong dirinya. Kata dan penataran diri nan baik akan menentukan sikap dan tindakannya baik terhadap sesama, Yang mahakuasa maupun lingkungannya. Segala sesuatu nan diciptakan Almalik di muka mayapada ini n kepunyaan kaitan, sangkutan dan tukar ketergantungan. Barang kali mengenal dirinya, bukan main beliau akan mengenal Tuhannya, sebab dengan pembukaan itu, manusia mengetahui bahwa selain Tuhan, lain ada sosok lain nan bisa menciptakan dirinya dan tunggul semesta ini menumpu kesempurnaan. 2. Korespondensi Sosok dengan Sesamanya Manusia berperan umpama makhluk makhluk dan khalayak sosial yang bisa dibedakan melalui eigendom dan kewajibannya. Keduanya lain dapat dipisahkan karena manusia merupakan episode pecah masyarakat. Perkariban orang sebagai sosok dengan masyarakatnya terjalin dalam keharmonisan, kemesraan, dan kesamarataan. Oleh karena itu, harkat dan martabat setiap orang diakui secara munjung dalam hingga ke kebahagiaan bersama. Umum merupakan wadah bagi para anak adam untuk mengadakan interaksi sosial dan interelasi sosial. Interaksi merupakan aktivitas timbal balik antarindividu intern suatu koneksi hidup bersama. Interaksi yang dimaksud berproses sesuai dengan urut-urutan hayat dan badan khalayak masing-masing serta sesuai dengan masanya. Dengan demikian, enggak setiap 25

39
kumpulan individu merupakan masyarakat. Dalam spirit sosial terjadi bermacam-variasi hubungan maupun kerjasama, antara enggak perkariban antarstatus, persahabatan, faedah, dan koneksi kekeluargaan. Sebagai basyar sosial, manusia dikaruniai oleh Sang Pereka cipta antara tidak resan rukun dengan sesama manusia. Lembaga 2.2. Beberapa orang momongan remaja memanjat tumbuhan Pinang Waktu Pises Kemandirian R.I. 17 Agustus, menunjukkan kerjasama. Sendang: Ibarat pribadi sosial, hidup dalam kebersamaan memang lain mudah, karena seringkali terjadi konflik faedah antara suatu dengan yang tak karena masingmasing saling berupaya bagi memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka itu karena itu, dibutuhkan sikap bakal tukar pengertian, tukar meluhurkan, dan saling kerjasama berorientasi suatu tatanan hayat bersama nan baik. Ciri penting sikap yang memfokuskan spirit sebagai pribadi sosial adalah solidaritas dan subsidiaritas. Privat kejadian ini, kita perlu siaga pada mentalitas egosentrisme, yang mengutamakan main-main dan segalanya dengan ke-aku-an nan kelewat takat kesederhanaan (egois). Dalam kisah penciptaan, krisis/kehilangan identitas manusia sebagai ciptaan Almalik bermuara pada rusaknya hubungan relasional nan utuh dan bermartabat dengan Tuhan. Hal ini mengakibatkan rusaknya perkariban yang utuh dan sopan dengan sesamanya manusia. Keseimbangan dan kesejajaran antarmanusia yang menjadi warna paling jelas n domestik relasi manusia dengan sesamanya di “Taman Eden” telah rusak oleh kehausan khalayak bakal menjadi kepala berusul nan lain. Resan-aturan serupa ini melahirkan suatu nyawa nan berorientasi pada supremasi diri, golongan (suku, agama dan 26

Source: https://docplayer.info/37291276-Pendidikanagama-katolik-katolik-perguruantinggi.html